Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TEKNOLOGI modifikasi cuaca (TMC) pada Senin (23/9) berhasil menurunkan hujan di sejumlah wilayah yang mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa (24/9) pukul 06.00 pagi, melaporkan hujan ringan terjadi di Jambiyaitu di wilayah Rumbai, Air Rumbai, Air Pedara, Lubuk Batang, Suka Damai, Pulauan, dan Riding, Riau. Di Sumatera Selatan pagi ini juga dilaporkan hujan yaitu di wilayah Ogan Komering Ilir antara lain di Tanjung Lubuk dan Teluk Gelam.
"Hujan membuat asap relatif berkurang," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Agus Wibowo melalui siaran pers, di Jakarta, hari ini.
Agus menyampaikan berdasar data sebaran partikel di udara PM10 di situs https://earth.nullschool.net/#current/particulates/surface/level/overlay=pm10 orthographic=-243.86,1.09,824 menunjukkan bahwa asap di Kalimantan relatif banyak berkurang dan tidak sepekat sebelumnya setelah turun hujan.
Sementara iti, di Sumatera, asap relarif berkurang di beberapa tempat, tapi asap kemudian menyebar ke wilayah yang lebih luas yaitu ke Sumbar, Sumatra Utara dan Aceh.
"Hal itu terlihat jika kita membaca data kondisi cuaca di bandara di situs milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)," tutur Agus.
Pada situs tersebut, diketahui jarak pandang dan kondisi cuaca di beberapa bandara pada jam 07.00 WIB antara lain di Aceh, Bandara-Maimun Saleh - Sabang jarak pandang 500m berasap, di Bandara Sultan Iskandar Muda - Banda Aceh 2000m berasap, di Bandara Cut Nyak Dien Nagan Raya - Meulaboh, NAD 2500m berasap, dan di Bandara Malikus Saleh - Lhokseumawe 1500 m berasap.
Sementara itu, di Sumatra Utara, yakni Bandara di Dr. Ferdinand Lumban Tobing, di Pinangsori (Sibolga) 800m berasap, Bandara Aek Godang di Padang Sidempuan 500 m berasap, dan di Bandara Raja Haji Abdullah, Tanjung Balai Karimun 500m berasap.
Lalu di Sumatera Barat yakni Bandara Minangkabau International Airport, Padang jarak pandang 3000m disertai hujan ringan, dan di
Riau, Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru jarak pandang 700m berasap dengan kualitas udara 195 tidak sehat, di Bandara Depati Parbo , Kerinci jarak pandang 400m berasap, di Bandara Japura, Rengat jarak pandang 700m berasap.
Di Jambi, Bandara Sultan Thaha jarak pandanh 1100m guntur dan hujan ringan, kualitas udara 0 (sehat), Kepulauan Riau, Bandara Raja Haji Fisabilillah, Tanjung Pinang jarak pandang 400m berasap. Sumatera Selatan Bandara-Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang 1000m berasap dan kualitas udara 322 sangat tidak sehat.
Di Kepulauan Bangka Belitung, Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang jarak pandang 4000m berasap, di Kalimantan Barat, Bandara Supadio, Pontianak 1800m berawan, di Bandara Rahadi Oesman, Ketapang jarak pandang 1200m berasap, di Bandara Tebelian, Sintang 2500m berasap, Bandara Nanga Pinoh 300m berkabut.
Kalimantan Tengah di Bandara Iskandar, Pangkalan Bun 2000m berasap, Bandara Haji Asan, Sampit 700m berasap, Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya 500m berasap, Bandara Sanggu, Buntok 2000m berasap. Kalimantan Selatan di Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin jarak pandang 800m berasap.
Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) pada hari Senin (22/9) berhasil menurunkan hujan di beberapa tempat. Hujan terjadi di Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. (OL-09)
Edukasi kepada masyarakat menjadi fokus utama dalam strategi pencegahan. Karena, kesadaran warga adalah faktor krusial dalam mengurangi risiko karhutla.
Wilayah rawan karhutla di Bangka antara lain Belinyu, Bakem, Puding dan Lintas Timur Bangka.
Musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya, membentang dari April hingga Oktober.
TIM gabungan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, Minggu (26/4) siang berhasil memadamkan terjadinya karhutla.
Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau saat ini telah melejit 20 kali lipat menjadi 8.555,37 hektare dibanding 2025.
Salah satu dampak bencana adalah kekeringan akibat musim kemarau panjang. Warga Pekanbaru juga diingatkan untuk tidak membakar lahan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved