Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mikron Antariksa mengaku dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum mengganggu aktivitas warga.
"Memang beberapa hari lalu, ada dampak asap karena karhutla di Jalan Lintas Timur Bangka, tapi itu hanya pagi hari, dan tidak berlangsung lama," kata Mikron, Minggu (15/9).
Hal itu, menurut Mikron disebabkan angin kencang yang menghilangkan asap karhutla dengan cepat sehingga tidak mengganggu warga.
"Asap karhutla memang ada, tapi karena angin bertiup kencang asap pun cepat menghilang terbawa angin," tambahnya.
Kendati demikian, pihaknya bersama satgas kekeringan tetap mengantisipasi gangguan asap kepada warga dengan membagikan masker.
"Kalau ada karhutla seperti di linta timur, warga yang melintas tetap kita bagikan masker,"ungkap dia.
BPBD Provinsi Bangka Belitung telah menyiapkan stok masker selama musim kemarau ini sebanyak 4500 lembar.
baca juga: Ingin Pindah Ke Ibu Kota Baru, ASN Daerah Silakan Daftar
"Stok di kita ada 4500 lembar. Ini belum di dinas kesehatan kabupaten/Kota, saya rasa jumlahnya cukup," ucap dia.
Saat ini jumlah titik panas di Babel terpantau satelit ada 39 titik tersebar di Bangka 5 titik, Bangka Barat 16 titik, Bangka Selatan 10 titik, Bangka Tengah 7 titik, dan Belitung Timur 1 titik.(OL-3)
Edukasi kepada masyarakat menjadi fokus utama dalam strategi pencegahan. Karena, kesadaran warga adalah faktor krusial dalam mengurangi risiko karhutla.
Wilayah rawan karhutla di Bangka antara lain Belinyu, Bakem, Puding dan Lintas Timur Bangka.
Musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya, membentang dari April hingga Oktober.
TIM gabungan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, Minggu (26/4) siang berhasil memadamkan terjadinya karhutla.
Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau saat ini telah melejit 20 kali lipat menjadi 8.555,37 hektare dibanding 2025.
Salah satu dampak bencana adalah kekeringan akibat musim kemarau panjang. Warga Pekanbaru juga diingatkan untuk tidak membakar lahan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved