Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 1.316 titik panas indikasi awal kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terdeteksi di wilayah Sumatera pada Kamis (12/9). Dan angin yang berembus dari selatan ke utara ke utara membawa asap kebakaran hutan dan lahan dari Jambi dan Sumatra Selatan ke wilayah Riau.
Pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, berdasarkan dari satelit Terra dan Aqua pada pukul 06.00 WIB menunjukkan titik panas paling banyak ada di Provinsi Sumatra Selatan (437), disusul Jambi (420) dan Riau (279). Titik panas juga terdeteksi di Bangka Belitung (50), Lampung (77), Sumatra Utara (20), Bengkulu (9), serta masing-masing empat titik panas di Aceh dan Kepulauan Riau.
Di wilayah Riau, titik panas paling banyak ada di Kabupaten Indragiri Hilir (141). Selain itu titik panas juga ditemukan di Kabupaten Pelalawan (50), Rokan Hilir (31), Kuansing (14), Indragiri Hulu (26), Bengkalis (6), dan Siak (1).
Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution menyatakan asap yang menyelimuti bagian wilayah Riau sebagian berasal dari daerah selatan Riau seperti Jambi dan Sumatra Selatan yang punya lebih banyak titik api.
"Di seluruh wilayah Riau sebenarnya jumlah titik api cenderung menurun. Itu sebenarnya jauh lebih besar di Sumsel maupun Jambi," terang Edy Natar, Kamis (21/9).
Kondisi angin bergerak menuju Riau menyebabkan kabut asap menyelimuti wilayah Riau. Wakil Gubernur Riau menyatakan berbagai upaya untuk mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan sudah dilakukan, termasuk mengerahkan sekitar 5.800 personel Satgas Karhutla Riau.
baca juga:KLHK Segel Perusahaan Singapura dan Malaysia
Edy Natar juga mengajak warganya banyak berdoa dan melaksanakan salat istisqa bagi umat Muslim agar hujan segera turun dan meredakan kabut asap.
"Karena upaya-upaya lain sudah kita lakukan. Maka upaya inilah yang bisa kita lakukan sebagai hamba Allah dan mohon kepada-Nya mudah-mudahan yang kita laksanakan dikabulkan," harapnya. (OL-3)
Edukasi kepada masyarakat menjadi fokus utama dalam strategi pencegahan. Karena, kesadaran warga adalah faktor krusial dalam mengurangi risiko karhutla.
Wilayah rawan karhutla di Bangka antara lain Belinyu, Bakem, Puding dan Lintas Timur Bangka.
Musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya, membentang dari April hingga Oktober.
TIM gabungan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, Minggu (26/4) siang berhasil memadamkan terjadinya karhutla.
Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau saat ini telah melejit 20 kali lipat menjadi 8.555,37 hektare dibanding 2025.
Salah satu dampak bencana adalah kekeringan akibat musim kemarau panjang. Warga Pekanbaru juga diingatkan untuk tidak membakar lahan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved