Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
JUMLAH titik panas atau hotspot yang diduga kebakaran hutan lahan (karhutla) di Provinsi Bangka Belitung (Babel) terus bertambah. Sedikitnya ada 40 titik panas terpantau oleh satelit pada Sabtu (7/9). Kepala Seksi Data dan Informasi (BMKG) Kelas 1 Depati Amir Pangklapinang, Kurniaji mengatakan titik panas ini merupakan terbanyak terpantau satelit.
"Pantauan satelit ada 40 titik panas tersebar di enam kabupaten kecuali Kota Pangkakpinang," kata Kurniaji, Sabtu (7/9).
Titik api terbanyak di Kabupaten Bangka Selatan yakni 28 titik yang tersebar di Kecamatan Air Gegas 2 titik, Lepar Pongok 1 titik, Payung 11 titik, Simpang Rimba 4 titik, dan Toboali 10 titik.
"Untuk tingkat akurasi titik panas ini bervariasi dari yang terendah 44% hingga tertinggi 100%," tambahnya.
baca juga: Pemprov Jabar Dorong Sertifikasi Halal Kuliner
Berdasarkan pemantau citra satelit Terra, Aqua, Suomi-NPP NOAA-20 dan satelit Himari 8 selama 10 hari terakhir, BMKG telah mengidentifikasi 3.649 titik panas dengan kategori tingkat kepercayaan tinggi di seluruh wilayah Asia Tenggara. (OL-3)
Edukasi kepada masyarakat menjadi fokus utama dalam strategi pencegahan. Karena, kesadaran warga adalah faktor krusial dalam mengurangi risiko karhutla.
Wilayah rawan karhutla di Bangka antara lain Belinyu, Bakem, Puding dan Lintas Timur Bangka.
Musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya, membentang dari April hingga Oktober.
TIM gabungan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, Minggu (26/4) siang berhasil memadamkan terjadinya karhutla.
Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau saat ini telah melejit 20 kali lipat menjadi 8.555,37 hektare dibanding 2025.
Salah satu dampak bencana adalah kekeringan akibat musim kemarau panjang. Warga Pekanbaru juga diingatkan untuk tidak membakar lahan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved