Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WALAUPUN sudah ada peningkatan jumlah penderita Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda hampir dua bulan. Namun hingga sekarang Dinas Kesehatan Kalteng belum menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Suyuti Syamsul beralasan belum ditetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB), karena peningkatan ISPA di Kalteng hanya sekitar 30% bukan 200%.
Menurut Suyuti, dinas kesehatan Kalteng mempunyai program sistem deteksi dini dan ternyata kenaikan ISPA di Kalteng tidak signifikan hanya 30% dari 2.000 penderita per bulan
"Dan yang kami sayangkan tidak semua dokter praktek yang melaporkan penderita ISPA hanya yang rutin melaporkan adalah puskemas," jelas Suyuti, Kamis (22/8).
Walaupun masih belum banyak yang melaporkan, ia tetap akan menekan kenaikan ISPA dengan memberikan maskser ke seluruh puskesmas, rumah sakit dan sekolah dan masyarakat.
"Contohnya pada Dinas kesehatan Palangkaraya sudah ada 11 ruang oksigen yang berada di puskesmas, RS Kalampangan dan RSUD Doris Silvanus Palangka Raya," ungkapnya.
Untuk pasien yang akan menggunakan rumah oksigen harus didampingi tenaga medis.
baca juga: Kawasan Tahura Sultan Adam Terbakar
"Dan perlu edukasi ke masyarakat kalau tidak ada masalah dengan pernapasan tidak perlu menggunakan oksigen karena bisa keracunan." jelasnya.
Dari pantauan kondisi asap di Palangka Raya dua hari terakhir asap sudah mulai berkurang kwalitas udara pada level sedang. Kalaupun ada asap itu hanya terjadi pada pagi hari, dan siang hingga malam hari sudah menghilang. (OL-3)
Edukasi kepada masyarakat menjadi fokus utama dalam strategi pencegahan. Karena, kesadaran warga adalah faktor krusial dalam mengurangi risiko karhutla.
Wilayah rawan karhutla di Bangka antara lain Belinyu, Bakem, Puding dan Lintas Timur Bangka.
Musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya, membentang dari April hingga Oktober.
TIM gabungan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, Minggu (26/4) siang berhasil memadamkan terjadinya karhutla.
Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau saat ini telah melejit 20 kali lipat menjadi 8.555,37 hektare dibanding 2025.
Salah satu dampak bencana adalah kekeringan akibat musim kemarau panjang. Warga Pekanbaru juga diingatkan untuk tidak membakar lahan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved