Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSIM kemarau menyebabkan munculnya titik api di beberapa kawasan hutan di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kejadian terakhir menimpa 10 hektar hutan rakyat di Desa Ngunggahan, Eromoko pada Senin malam (12/8).
"Sebelum kebakaran hutan rakyat, kami baru saja memadamkan api yang melalap 25 hektar berbagai pohon tegakan jati di perbatasan Sukoharjo dengan Selogiri, Wonogiri. Untuk kebakaran di Ngunggahan, kecamatan Eromoko ratusan relawan bersama warga dan juga petugas Koramil dan Polsek berhasil memadamkan sebelum mendekati pemukiman," kata Kepala BPBD Wonogiri Bambang Haryanto saat dihubungi Media Indonesia, Selasa siang (13/8).
Dia paparkan, para petani hutan rakyat diharapkan semakin mewaspadai kemarau kering, yang mudah memantik api, berasal dari sisa pembakaran sampah atau puntung rokok, maupun gesekan kayu kering dengan batu berulang ulang.
"Dan saya harap bukan faktor kesengajaan, karena pasti akan berurusan dengan hukum," imbuh Bambang.
Selain kebakaran hutan, BPBD Wonogiri juga sudah memberikan peringatan berulang ulang terhadap warga, untuk menjaga lingkungan rumah dan sekitarnya.Sebab kelalaian dua bulan terakhir ini, telah membuat sejumlah rumah dan gudang kayu terbakar. Dari catatan BPBD Wonogiri, setidaknya hutan rakyat maupun Perhutani yang ada di 16 kecamatan berpotensi terbakar.
baca juga: Hampir 90% Transaksi Narkoba Dikendalikan Dari Lapas
"Karena itu jalan satu satunya harus ramah lingkungan dan waspada terhadap kemungkinan usil membuang puntung di kawasan hutan," ujar dia. (OL-3)
Musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya, membentang dari April hingga Oktober.
Kebakaran hutan di Jepang, tepatnya di Otsuchi, Prefektur Iwate, menghanguskan 1.373 hektare lahan. 3.000 warga dievakuasi dan personel militer dikerahkan.
Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) mendorong penguatan langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul adanya potensi fenomena El Nino pada pertengahan tahun 2026.
BMKG mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Riau untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebelum puncak musim kemarau tiba.
Fenomena El Nino membuat musim kemarau 2026 datang lebih awal, lebih panjang, dan lebih kering.
Sinergi antara dunia usaha dan perguruan tinggi dinilai kian penting dalam menjawab tantangan pengelolaan hutan berkelanjutan di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved