Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
UDARA Kota Pekanbaru Kamis (25/7) pagi tercemar kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kabut asap disertai bau yang menyengat dan menyesakkan dada menyelimuti seluruh wilayah di ibu kota Provinsi Riau tersebut. Berdasarkan pantauan Media Indonesia, kabut asap dengan bau busuk bekas
karhutla sudah terasa sejak dini hari. Bau asap kian menusuk saat menjelang subuh hingga pagi harinya. Sebagian warga yang menyadari munculnya kabut asap karhutla terpaksa harus beraktivitas menggunakan masker.
"Bau asapnya sangat terasa menyesakkan dada. Saya sampai batuk-batuk sepanjang jalan," ungkap Rido, warga di Jalan Teuku Umar Pekanbaru, Kamis (25/7).
Hal serupa juga diutarakan Evi, warga Jalan Nenas Pekanbaru. Kabut asap berwarna putih menyelimuti kota dengan bau menusuk sisa kebakaran hutan.
"Kabut asap muncul lagi di Pekanbaru. Ini mimpi buruk dan sangat menggangu," tukasnya.
Karhutla yang melanda Kota Pekanbaru, Riau, dalam sepekan terakhir terus meluas. Sejauh ini, kebakaran terbesar terjadi Jalan Walet Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki dengan luas areal terbakar mencapai sekitar 15 hektare hHa).
"Vegetasi yang terbakar adalah semak belukar dan akasia. Kondisi tekstur tanah gambut sehingga proses pemadaman cukup sulit yaitu kebakaran di bawah dan permukaan," jelas Komandan Manggala Agni Daops Pekanbaru Edwin Putra.
Dijelaskannya, lokasi kebakaran merupakan lahan masyarakat yang diduga disebabkan unsur kesengajaan. Regu pemadam Manggala Agni telah bekerja keras memadamkan sejak api diketahui mulai membesar pada Kamis (18/7) lalu. Tim melakukan pemadaman bersama masyarakat peduli api (MPA), TNI, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru dan telah berhasil menjinakkan api pada Senin (23/7) lalu.
baca juga: KPH Atasi Masalah di Tingkat Tapak
"Pemadaman dilakukan dengan dua jalur pemadaman. Bahan bakar potensial sedangkan api menjalar di bawah gambut. Selain itu, angin cukup kencang sehingga api merambat cepat ke bahan bakar yang ada di sekitar lokasi," terang Edwin yang juga menjabat Koordinator Manggala Agni Provinsi Riau.
Saat ini, lanjutnya, regu pemadam dikerahkan untuk memadamkan Karhutla di Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau. Lokasi kebakaran merupakan tanah gambut dengan luas sekitar 5 ha.(OL-3)
Musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya, membentang dari April hingga Oktober.
Kebakaran hutan di Jepang, tepatnya di Otsuchi, Prefektur Iwate, menghanguskan 1.373 hektare lahan. 3.000 warga dievakuasi dan personel militer dikerahkan.
Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) mendorong penguatan langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul adanya potensi fenomena El Nino pada pertengahan tahun 2026.
BMKG mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Riau untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebelum puncak musim kemarau tiba.
Fenomena El Nino membuat musim kemarau 2026 datang lebih awal, lebih panjang, dan lebih kering.
Sinergi antara dunia usaha dan perguruan tinggi dinilai kian penting dalam menjawab tantangan pengelolaan hutan berkelanjutan di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved