Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Kehutanan (Dihut) Provinsi Bangka Belitung (Babel), mengaku belum bisa optimal dalam mengawasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Babel. Pasalnya jumlah polisi hutan (polhut) yang ada belum sebanding dengan luas kawasan hutan.
Menurut Kepala Dinas Kehutanan Babel, Marwan luas kawasan hutan di Babel mencapai 569 ribu hektar tersebar di Bangka dan Belitung. Sedangkan polisi kehutanan hanya 30 personel.
"Idealnya harusnya 150 polisi hutan, tapi sayang hingga saat ini pusat belum merespons untuk menambah," ucap dia.
Diakui Marwan seperti tahun sebelumnya, kawasan hutan dan lahan yang paling rawan terjadinya kebakaran setiap musim kemarau berada di Jebus Bangka Barat dan Belinyu Kabupaten Bangka.
"Kalau luasnya kita tidak ada data. Tapi titiknya di dua kabupaten itu yang paling rawan. Sedangkan di Simpang Katis Bangka Tengah itu hanya 3 titik saja," kata Marwan, Jumat (5/7).
baca juga: Kalteng Putra Akan Jamu PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo
Ia mengatakan banyak faktor yang menyebabkan karhutla di Babel ini seperti pembakaran yang dibiarkan, hingga buang puntung rokok sembarangan. Namun ada juga yang iseng membakar.
"Karhutla di Babel belum meluas karena kesiapsiagaan seluruh personil untuk melakukan pemadaman," ungkapnya. (OL-3)
Musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya, membentang dari April hingga Oktober.
Kebakaran hutan di Jepang, tepatnya di Otsuchi, Prefektur Iwate, menghanguskan 1.373 hektare lahan. 3.000 warga dievakuasi dan personel militer dikerahkan.
Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) mendorong penguatan langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul adanya potensi fenomena El Nino pada pertengahan tahun 2026.
BMKG mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Riau untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebelum puncak musim kemarau tiba.
Fenomena El Nino membuat musim kemarau 2026 datang lebih awal, lebih panjang, dan lebih kering.
Sinergi antara dunia usaha dan perguruan tinggi dinilai kian penting dalam menjawab tantangan pengelolaan hutan berkelanjutan di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved