Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK lima titik panas atau hot spot yang diduga kebakaran hutan dan lahan terpantau di tiga kabupaten Provinsi Bangka Belitung, Jumat (28/6). Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bangka Belitung (Babel), Mikron Antariksa mengatakan lima titik panas tersebut adalah satu di Bangka, tiga di Bangka Barat, dan satu lainnya di Bangka Selatan.
"Di Bangka tepatnya di Puding Besar. Kemudian di Bangka Barat di Jebus, dan Bangka Selatan du Aur Gegas. Totalnya ada lima titik," kata Mikron.
Tingkat akurasinya dari lima titik panas tersebut menurut Mikron antara 45 hingga 86%.
"Kalau tingkat akurasi paling tinggi di Jebus Bangka Barat yakni 86%," ujarnya.
BMKG sudah meminta BPBD di 3 Kabupaten tersebut langsung turun untuk melakukan pengecekan apakah itu benar-benar karhutla atau hanya pantulan seng akibat cuaca panas.
baca juga: Pascaputusan Sidang MK, IHSG Dibuka Menguat
"Belum bisa kita pastikan, tim sedang turun di lima titik itu," tuturnya.
Untuk mengantisipasi karhutla di sejumlah kabupaten di Bangka Belitung, telah disiapkan 20 personel dari BPBD dibantu personel pemadam kebakaran. (OL-3)
Musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya, membentang dari April hingga Oktober.
Kebakaran hutan di Jepang, tepatnya di Otsuchi, Prefektur Iwate, menghanguskan 1.373 hektare lahan. 3.000 warga dievakuasi dan personel militer dikerahkan.
Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) mendorong penguatan langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul adanya potensi fenomena El Nino pada pertengahan tahun 2026.
BMKG mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Riau untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebelum puncak musim kemarau tiba.
Fenomena El Nino membuat musim kemarau 2026 datang lebih awal, lebih panjang, dan lebih kering.
Sinergi antara dunia usaha dan perguruan tinggi dinilai kian penting dalam menjawab tantangan pengelolaan hutan berkelanjutan di Indonesia.
Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Memasuki musim kemarau, Kabupaten Kotawaringin Timur kini berada dalam status waspada tinggi terhadap potensi Karhutla
Banyaknya titik panas yang selalu terpantu satelit ini disebabkan kondisi cuaca yang begitu panas dan angin kencang.
Kementerian Lingkungan Hidup mengeklaim hotspot di Provinsi Riau, berdasarkan data dari sistem Sipongi (semua satelit), periode 26 Juli 2025 tidak ada dalam kategori tinggi.
BMKG memperingatkan tingginya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau dan sekitarnya, menyusul puncak musim kemarau awal Agustus.
Penurunan luas karhutla dimulai sejak 2015 seluas 2,6 juta hektare, menjadi 1,6 juta hektar (2019), 1,1 juta hektare (2023), dan 24.154 hektare pada 2024.
Menggunakan smartphone sebagai hotspot untuk berbagi koneksi internet memang sangat praktis, terutama saat Anda tidak memiliki akses Wi-Fi atau ketika sedang dalam perjalanan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved