Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Partai Nasional Demokrat Surya Paloh membela perubahan gaya capres petahana Joko Widodo yang sekarang dinilai lebih reaktif/agresif terhadap isu-isu yang digunakan untuk menyerangnya secara politik.
"Ya wajar-wajar saja. Mungkin Pak Jokowi sudah bosan dengan 'style' yang lama, ganti 'style' yang baru. Apa salahnya. Ada variasi-variasi hidup ini. Biar tidak monoton, (tidak) monolog," kata Surya menjawab pertanyaan wartawan usai menemui ribuan kadernya se-eks Karesidenan Kediri, di Tulungagung, Jumat (8/2).
Menurut Surya, langkah Jokowi sudah tepat. Sebab, serangan politik yang diarahkan ke dirinya, khususnya di era pemerintahannya, sudah
mengarah ke fitnah.
Terlebih, saat ini ada di tahun politik di mana intensitas kampanye hitam cenderung meningkat.
Pengusaha media nasional ini mencontohkan soal tuduhan kebocoran anggaran negara (APBN) hingga ratusan triliun rupiah selama pemerintahan Jokowi. Isu yang diembuskan capres lain yang menjadi lawan politik Jokowi itu menurutnya harus dibuktikan.
Baca juga: Surya Paloh Temui Ribuan Kader NasDem di Tulungagung
Jokowi wajib menjawab agar isu atau opini yang dibangun kubu calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 2 Prabowo-Sandiaga Uno tersebut menjadi persepsi publik yang seolah menjadi benar.
"Saya bilang, kalau memang itu faktanya ada, terima dan akui. Segera minta maaf sama rakyat. Tapi kalau tidak ada, kasih tahu (rakyat). Memang itu bohong kok. Ngapain rakyat percaya pada kebohongan," katanya.
Terhadap aneka propaganda politik yang terus diproduksi untuk menyudutkan petahana, ia memberi saran agar capres Jokowi dan cawapres
Ma'ruf Amin bersikap sabar.
Sebab, menurutnya, tidak selamanya reaksi harus dihadapi dengan reaksi. Bangsa ini bangsa kita, dengan segala keunggulan, kehebatan,
termasuk kelemahan dan kebodohannya.
"Terkadang yang rasional menjadi irasional. Sedangkan yang irasional justru bisa menjadi rasional. Nah di situlah gunanya hadirnya para pemimpin. yang mampu memberikan keteladanan. Keteladanan harus hadir di semua pihak," ujarnya.
Surya menegaskan bahwa peran pimpinan partai-partai politik tidak kalah pentingnya dalam pembenahan adab politik dan tata pemerintahan
di Indonesia.
"Karena bagaimanapun kontribusi maupun peran strategis dimiliki partai politik, institusi partai politik ini amat menentukan sekali. Warna politik negeri ini, maju mundurnya negeri ini ditentukan oleh partai politik," ujarnya. (OL-1)
Surat dari DPP PDIP dibutuhkan untuk menyelesaikan perbedaan tafsir terkait penetapan caleg yang sudah meninggal pada Pamilu 2019. Dia juga menjelaskan surat balasan dari MA.
Yasonna keluar dari Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 16.45 WIB. Jalur pulang dia berbeda dengan saksi lainnya.
Sidang akan digelar pada hari Senin (24/2) pukul 13.30 WIB di Kantor Bawaslu Provinsi Sumatera Utara, Kota Medan.
Selain itu, Jokowi mengatakan, NasDem selalu konsisten mendukung dirinya saat bersama Jusuf Kalla maupun kini dengan KH Ma'ruf Amin.
Revisi UU Pemilu perlu disegerakan agar penyelenggara pemilu mempunyai waktu yang cukup dalam melakukan proses sosialisasi dan tahapan Pemilu 2024.
Peserta sekolah legislatif akan mendapatkan berbagai materi pelajaran tentang kedewanan sebanyak 40%, kepartaian 30%, dan pembangunan karakter 30%
KETUA Umum Partai NasDem Surya Paloh, meminta seluruh kadernya untuk memperkuat dan merapatkan barisan untuk menghadapi dinamika politik yang terus berubah.
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem sekaligus Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, merespons usulan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pembatasan masa jabatan ketua umum partai politik.
FRAKSI Partai NasDem DPR RI mengusulkan kenaikan angka ambang batas parlemen (parliamentary threshold) dalam sistem pemilu mendatang.
Meski demikian, Kholid menegaskan bahwa setiap partai memiliki kedaulatan dalam mengatur mekanisme internalnya.
Menurut dia, figur-figur yang ingin menjadi calon presiden atau wakil presiden juga harus masuk terlebih dahulu sebagai kader partai politik.
KETUA Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad membantah isu soal NasDem dan Gerindra akan melakukan penyatuan atau merger.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved