Sudin KPKP Jaksel Petakan Lokasi Sarang Ikan Sapu-Sapu di 4 Wilayah

Putri Rosmalia Octaviyani
17/4/2026 12:28
Sudin KPKP Jaksel Petakan Lokasi Sarang Ikan Sapu-Sapu di 4 Wilayah
Penangkapan ikan sapu-sapu di Jaksel.(Dok. Antara)

SUKU Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Selatan (Jaksel) mulai memetakan sejumlah saluran penghubung (Phb) yang teridentifikasi menjadi habitat populasi ikan sapu-sapu. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pengendalian spesies invasif yang mengganggu keseimbangan ekosistem perairan di Jakarta.

Kepala Sudin KPKP Jakarta Selatan, Ridho Sosro, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantongi data titik-titik krusial yang akan menjadi sasaran operasi penangkapan.

"Kami sudah mengidentifikasi setidaknya ada empat hingga lima titik yang berpotensi menjadi sarang ikan sapu-sapu," ujar Ridho saat ditemui di kawasan Setu Babakan, Jakarta Selatan, Jumat (17/4/2026).

Titik Prioritas Pemetaan

Berdasarkan hasil survei lapangan, Ridho menyebutkan beberapa kawasan yang menjadi prioritas operasi penangkapan ikan sapu-sapu di wilayah Jakarta Selatan, antara lain kawasan Bintaro Permai, Cilandak, Setiabudi, dan Tebet.

Ridho menekankan bahwa kegiatan ini akan dilakukan secara berkelanjutan sesuai arahan Wali Kota Jakarta Selatan. Fokus utama petugas adalah memastikan lokasi dengan populasi tertinggi dapat ditangani dengan tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan.

Target 5 Ton di Setu Babakan

Dalam aksi nyata yang berlangsung di Setu Babakan pada Jumat ini, sebanyak 50 petugas gabungan dikerahkan. Tim ini terdiri dari personel Sudin KPKP Jaksel, Pusat Produksi Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPISHP) DKI Jakarta, Sudin Sumber Daya Air (SDA), hingga petugas PPSU Kelurahan Srengseng Sawah.

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan menargetkan sebanyak lima ton ikan sapu-sapu dapat diangkat dari kawasan Setu Babakan, Jagakarsa. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk menjaga kelestarian ekosistem air tawar di ibu kota.

Ikan sapu-sapu yang berhasil ditangkap akan dimusnahkan dengan cara dibelah dan dikubur. Hal ini dilakukan untuk memastikan populasi tidak kembali berkembang biak di lokasi lain dan menjaga sanitasi lingkungan.

Pengawasan Keamanan Pangan

Selain melakukan pengendalian populasi, Sudin KPKP Jakarta Selatan juga memperketat pengawasan pangan terpadu. Petugas melakukan penelusuran terhadap kemungkinan adanya penggunaan olahan ikan sapu-sapu dalam produk pangan di pasar.

Langkah preventif ini bertujuan untuk menjamin keamanan konsumen, mengingat ikan sapu-sapu yang hidup di saluran air Jakarta berisiko tinggi mengandung logam berat dan polutan berbahaya bagi kesehatan manusia.

Ke depannya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana melakukan evaluasi rutin agar kegiatan penangkapan ikan sapu-sapu ini dapat dilakukan secara serentak di lima wilayah kota administrasi guna hasil yang lebih maksimal. (Ant/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya