Sempat Tembus 1,8 Meter, Genangan di Jakarta Selatan Berangsur Surut

 Gana Buana
20/4/2026 12:40
Sempat Tembus 1,8 Meter, Genangan di Jakarta Selatan Berangsur Surut
Warga membersihkan rumahnya yang terendam banjir di permukiman padat penduduk, Jakarta(Dok. Antara)

Wilayah Jakarta Selatan yang sempat terendam luapan Kali Ciliwung pada Senin (20/4) pagi kini mulai menunjukkan tren surut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memastikan kondisi di titik-titik terdampak seperti Pejaten Timur dan Rawajati telah berangsur normal tanpa adanya laporan korban jiwa maupun warga yang mengungsi.

Kasatgas BPBD Jakarta Selatan, Sukendar, mengungkapkan bahwa fluktuasi ketinggian air sempat mencapai titik ekstrem di Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu. Air mulai merangkak naik pada pukul 02.00 WIB dan mencapai puncaknya setinggi 180 sentimeter (cm) menjelang subuh.

"Genangan sempat terjadi di beberapa lokasi akibat luapan Kali Ciliwung. Di Pejaten Timur, air sempat menyentuh 180 cm pada pukul 04.50 WIB, namun berangsur surut sejak pukul 06.10 WIB," ujar Sukendar saat dikonfirmasi, Senin (20/4).

Berdasarkan data lapangan, banjir kali ini dipicu oleh kiriman air dari hulu yang menyebabkan kenaikan status Bendung Katulampa menjadi Siaga 3 (105 cm) dan Pos Pantau Depok yang menembus Siaga 2 (280 cm). Kondisi ini memaksa debit air Kali Ciliwung melimpah ke permukiman warga yang berada di bantaran sungai.

Data Terdampak & Kondisi Terkini:

  • Pejaten Timur: Ketinggian puncak 180 cm, sisa genangan 20 cm (pukul 09.40 WIB).
  • Rawajati (Gang Langgar): Ketinggian puncak 80 cm, kini mulai surut.
  • Total Terdampak: 6 RT di wilayah Jakarta Selatan.
  • Status Pengungsi: Nihil (Warga bertahan di lantai dua rumah masing-masing).

Meskipun ratusan kepala keluarga di RW 007 dan RW 008 Pejaten Timur terdampak, warga memilih tidak mengungsi. BPBD DKI Jakarta bersama petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) telah melakukan langkah antisipasi dengan menyiagakan jalur evakuasi dan personel di lokasi rawan.

"Jumlah pengungsi nihil dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," tegas Sukendar.

Hingga Senin siang, jalur evakuasi yang sempat dipasang petugas mulai dilepas seiring dengan mengeringnya genangan. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan kiriman air susulan, mengingat status tinggi muka air di pintu air hulu yang masih fluktuatif dalam beberapa hari terakhir. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya