Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGRAJIN keripik tempe di Jakarta Selatan, Joko mengatakan bahwa adanya kenaikan harga kedelai impor dan plastik imbas lonjakan harga yang dipicu oleh dinamika global. Kenaikan harga ini membuat modal yang ia keluarkan lebih banyak dari sebelumnya.
“Wah kalau sekarang naiknya sudah banyak mba, jadi modal yang harus saya keluarkan juga lebih banyak,” ujar Joko, saat ditemui di rumah produksi, di Jalan H Aom, Kramat Pela, Jakarta Selatan, Sabtu (11/4).
Menurut Joko, lonjakan harga kedelai itu mulai dirasakan pada Februari 2026. Ia sempat menyebut harga kedelai menyentuh Rp930.000 per kuintal nya.
Lebih lanjut pada April 2026, harga kedelai melonjak hingga mencapai Rp1.100.000 bahkan lebih. Joko mengatakan kenaikan harga ini sangat dirasakan bagi pengrajin tempe maupun pengrajin tahu.
Tak hanya kedelai, Joko mengungkap bahwa kenaikan juga dialami pada harga plastik. Harga plastik semula yakni Rp32.000-Rp33.000 per kg, menjadi Rp50.000 bahkan lebih per kg.
Akibat kenaikan harga tersebut, dia pun menyiasati dengan mengurangi berat pada produknya. Ia juga mengaku bahwa banyak pembelinya yang mengeluh karena adanya kenaikan harga tersebut.
“Terpaksa saya kurangi, habis bagaimana? karena naik begini harganya. Pembeli saya ya mengeluh saja kok irisan tempe nya semakin menipis,” lanjut Joko.
Sebelumnya, harga tahu dan tempe di berbagai daerah dilaporkan naik akibat lonjakan harga bahan baku, terutama kedelai impor dan plastik sejak April 2026. Kenaikan ini dipicu oleh gangguan rantai pasok global akibat konflik Timur Tengah. (MGN/P-3)
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pemerintah terus mengantisipasi dampak fluktuasi harga bahan baku plastik terhadap harga pangan pokok, khususnya beras dan gula.
Ketua DPR Puan Maharani mendorong masyarakat dan UMKM beralih ke kemasan alami seperti daun pisang di tengah lonjakan harga plastik.
Pemkot Ambon siapkan aturan pembatasan dan dorong warga beralih ke bahan ramah lingkungan. Harga kantong plastik di Ambon melonjak hingga 50 persen.
Keterlambatan distribusi Minyakita dan beras dari bantuan bahan pokok (bapok) dari pemerintah disebabkan masalah kemasan atau plastik pembungkus.
PARA perajin tahu dan tempe di wilayah Priangan Timur kini tengah menghadapi tekanan ekonomi yang berat.
Meskipun masih banyak tersedia bahan pengganti yang ramah lingkungan, namun tidak seluruhnya dapat menggantikan plastik untuk menunjang gerak usaha.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved