Kenaikan Harga Plastik Membuat Pengrajin Tempe Menjerit

Vania Liu Trixie
11/4/2026 16:14
Kenaikan Harga Plastik Membuat Pengrajin Tempe Menjerit
Joko, pengrajin tempe di Jakarta Selatan.(MGN)

PENGRAJIN keripik tempe di Jakarta Selatan, Joko mengatakan bahwa adanya kenaikan harga kedelai impor dan plastik imbas lonjakan harga yang dipicu oleh dinamika global. Kenaikan harga ini membuat modal yang ia keluarkan lebih banyak dari sebelumnya.

“Wah kalau sekarang naiknya sudah banyak mba, jadi modal yang harus saya keluarkan juga lebih banyak,” ujar Joko, saat ditemui di rumah produksi, di Jalan H Aom, Kramat Pela, Jakarta Selatan, Sabtu (11/4).

Menurut Joko, lonjakan harga kedelai itu mulai dirasakan pada Februari 2026. Ia sempat menyebut harga kedelai menyentuh Rp930.000 per kuintal nya.

Lebih lanjut pada April 2026, harga kedelai melonjak hingga mencapai Rp1.100.000 bahkan lebih. Joko mengatakan kenaikan harga ini sangat dirasakan bagi pengrajin tempe maupun pengrajin tahu.

Tak hanya kedelai, Joko mengungkap bahwa kenaikan juga dialami pada harga plastik. Harga plastik semula yakni Rp32.000-Rp33.000 per kg, menjadi Rp50.000 bahkan lebih per kg.

Akibat kenaikan harga tersebut, dia pun menyiasati dengan mengurangi berat pada produknya. Ia juga mengaku bahwa banyak pembelinya yang mengeluh karena adanya kenaikan harga tersebut.

“Terpaksa saya kurangi, habis bagaimana? karena naik begini harganya. Pembeli saya ya mengeluh saja kok irisan tempe nya semakin menipis,” lanjut Joko.

Sebelumnya, harga tahu dan tempe di berbagai daerah dilaporkan naik akibat lonjakan harga bahan baku, terutama kedelai impor dan plastik sejak April 2026. Kenaikan ini dipicu oleh gangguan rantai pasok global akibat konflik Timur Tengah. (MGN/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya