Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mempercepat pengerukan Kanal Banjir Barat di segmen Pintu Air Manggarai hingga Jalan Kyai Tapa (Roxy), Jumat (10/4). Proyek ini ditargetkan rampung dalam satu tahun sebagai langkah strategis menekan risiko banjir di ibu kota.
“Kami hari ini berada di lokasi yang sangat strategis untuk mengatasi salah satu persoalan banjir di Jakarta. Di sinilah pertemuan Sungai Ciliwung dan Kali Krukut, yang sudah cukup lama tidak dikeruk. Kami akan berkonsentrasi selama satu tahun untuk pengerukan di Kanal Banjir Barat ini,” ujar Pramono di Jakarta Pusat, Jumat (10/4).
Ia menegaskan, pengerukan di hilir pertemuan Sungai Ciliwung dan Kali Krukut itu menjadi prioritas utama Pemprov DKI karena berperan krusial dalam mengendalikan aliran air menuju laut. Secara teknis, Kanal Banjir Barat memiliki lebar bervariasi 30 hingga 100 meter, dengan total rencana volume pengerukan mencapai 179.269 meter kubik.
Pekerjaan dibagi dalam tiga segmen, yakni Pintu Air Manggarai-Stasiun Karet sepanjang 3.543 meter, Stasiun Karet-Pintu Air Karet sepanjang 686 meter, serta Pintu Air Karet-Jalan Kyai Tapa (Roxy) sepanjang 3.850 meter. Saat ini, fokus pengerjaan berada di segmen ketiga sepanjang 3.850 meter dengan target volume sekitar 165.381 meter kubik.
Hingga Kamis (9/4), progres pengerukan tercatat baru mencapai 1.609 meter kubik. Proyek ini dikerjakan dengan dukungan enam alat berat empat ekskavator amfibi dan dua ekskavator long arm, serta 30 truk pengangkut berkapasitas 5-8 meter kubik. Ia memastikan, tidak ada ruang bagi keterlambatan. Ia telah menginstruksikan jajaran Wali Kota Jakarta Pusat dan Dinas Sumber Daya Air untuk mengawal ketat pelaksanaan di lapangan.
“Proyek ini tidak boleh gagal dan tidak boleh mundur. Ini menjadi prioritas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” tegasnya.
Pengerukan tersebut ditargetkan mampu meningkatkan kapasitas tampung air, memperlancar aliran, serta mengatasi pendangkalan akibat endapan lumpur dan sampah. Dampaknya diharapkan langsung terasa di wilayah rawan genangan seperti Setiabudi, Tanah Abang, Menteng, Gambir, Palmerah, hingga Grogol Petamburan.
Menurut Pramono, momentum penurunan curah hujan pada periode pertengahan April hingga September akan dimanfaatkan maksimal untuk mempercepat pengerjaan. Hasil pengerukan ini juga akan diintegrasikan dengan program normalisasi sungai, khususnya di aliran Ciliwung dan Krukut.
“Kalau ini berhasil, aliran air ke laut akan semakin cepat. Tantangannya memang saat terjadi rob, air tetap tertahan. Namun, ini bagian dari upaya besar kita untuk mengendalikan banjir,” pungkasnya. (E-3)
Sinergi ini diharapkan mampu memastikan aliran air menuju laut tetap lancar saat debit air meningkat tajam.
Banjir merendam sedikitnya 12 rukun tetangga (RT) serta empat ruas jalan di wilayah Jakarta Barat akibat hujan deras yang mengguyur DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Jumat (3/4).
Salah satu pedagang di sekitar lokasi, Rizal mengaku banjir telah merendam area lingkar luar Jakarta ini sejak Minggu (8/3).
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan kondisi terkini genangan akibat hujan deras yang mengguyur ibu kota sejak Minggu (8/3).
Pengamat tata kota Yayat Supriyanta menilai banjir Jakarta tidak hanya dipicu curah hujan tinggi, tetapi juga menunjukkan melemahnya sistem pengendalian banjir.
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sultra hingga 4 Mei 2026. Waspada banjir dan longsor.
SEJUMLAH anak sungai di bagian hulu DAS (Daerah Aliran Sungai) Batanghari) Jambi meluap dan membanjiri permukiman warga di Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Merangin.
Pemprov Jawa Barat menurunkan tim ke lokasi terdampak untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh
Banjir besar ini terjadi karena overflow air yang melampaui kapasitas kali setelah aliran air terhambat tumpukan sampah.
Volume sampah yang diangkut setiap harinya dari seluruh wilayah kecamatan mencapai puluhan ton
HUJAN deras yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, pada Sabtu (18/4) sekitar pukul 16.15 WIB langsung melumpuhkan aktivitas di pusat Kota Tarutung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved