Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJELANG Ramadan 1447 Hijriah 2026, harga bahan pangan dan sembako di Pasar Tradisional, Kota Depok, mengalami kenaikan. Komoditas yang paling terasa kenaikannya adalah telur ayam, bawang merah, dan cabai. Ketiga barang tersebut mengalami lonjakan harga dalam sepekan terakhir.
Kenaikan ini mengemuka saat Wakil Menteri Perdagangan (Wsmendag), Dyah Roro Esti Widya Putri melakukan sidak harga pangan dan sembako di Kota Depok, salah satunya Pasar Cisalak, Senin (9/2/2026).
Setiba di Pasar Cisalak, Dyah Roro Esti Widya Putri langsung mendatangi sejumlah pedagang. Pertama didatangi, pedagang sayuran. Ia bertanya apakah ada lonjakan harga menjelang Ramadan. Oleh pedagang menjawab semua kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Namun harga paling mencolok, harga cabai rawit, bawang merah, telur ayam ras. "Harga cabai rawit naik hampir 100 persen dari sebelumnya Rp57 ribu per kilogram (kg) naik menjadi Rp85 ribu per kg. Harga bawang merah naik dari Rp41 ribu per kg menjadi Rp43 ribu per kg dan harga telur ayam ras dari Rp30 ribu naik menjadi Rp31 ribu per kg, " kata Sinta.
Pedagang sayuran yang berjualan di lantai 1 Pasar Cisalak itu meminta kepada Dyah agar harga diturunkan. Hal itu mengingat komoditas yang mereka dagangkan banyak busuk lantaran sepi pembeli. " Tak ada untung bu, yang ada justru buntung, " kata Sinta.
Mendengar keluhan, Dyah berjanji akan berupaya menstabilkan harga pangan dan sembako menjelang puasa, dan saat puasa hingga Idul Fitri. "Kita pastikan harga pangan dan sembako tetap stabil menjelang Ramadan 1447 Hijriah, kita kesini untuk memastikan ketersediaan bahan pangan dan kebutuhan bahan pokok termasuk sidak hargam"
"Mengingat sebentar lagi Ramadan, pasti banyak yang membutuhkan pahan pangan dan sembako, " ujarnya.
Setelah pedagang sayuran, Dyah mengecek harga minyak goreng. " Kita cek minyakita, yang merupakan salah satu komoditas yang kita pantau di Kementerian Perdagangan dan hasilnya di jual sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp15.70 per liter, " terangnya.
Dyah meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Depok agar memantau dan menjaga stabilitas harga pangan dan kebutuhan pokok lainnya menjelang Ramadan dan sesudah Ramadan.
Selain itu, Pemkot Depok diminta Dyah, untuk memasang poster atau spanduk tentang harga acuan yang sudah ditetapkan oleh Kemendag. "Tolong buatkan poster atau spanduknya," ucap politikus Partai Golkar itu.
Mengakhiri sidaknya, Dyah mengakui kenaikan harga komoditas pangan dan sembak dampak dari cuaca. " Karena cuca, karena kita tahu saat ini cuacanya sedang tidak stabil, hujan, itu juga mempengaruhi harga, " tutupnya.
Di Pasar Cisalak, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagin) Kota Depok,Widyati Riyandani di dampingi Kepala UPT Pasar Cisalak, Budi Haryanto menjelaskan, lonjakan harga tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang bulan puasa. ”Permintaan mulai meningkat sejak sepekan terakhir. Kondisi ini berdampak pada kenaikan harga, terutama pada cabai, bawang dan telur,” katanya.
Meskipun terjadi kenaikan harga, kata dia, ketersediaan barang di pasar hingga saat ini masih dalam kondisi aman dan belum terjadi gangguan distribusi. Suplai bahan pangan ke Pasar tradisional pun masih berasal dari sejumlah daerah di Jawa Barat, termasuk Pasar Induk, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Guna mencegah lonjakan harga yang tidak wajar, pihaknya akan meningkatkan pengawasan, termasuk mengantisipasi adanya praktik penimbunan barang.
”Kami akan terus memantau perkembangan harga di pasar. Jika ditemukan indikasi penimbunan, akan kami tindak lanjui,” tutupnya (H-2)
Selain cabai rawit merah, harga cabai merah besar berada di kisaran Rp48.750 per kilogram dan cabai merah keriting Rp46.750 per kilogram.
MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menilai dampak fenomena super El Nino terhadap sektor di luar pertanian relatif terbatas.
PENELITI Center of Reform on Economics (CoRE) Eliza Mardian mengingatkan bahwa fenomena super El Nino menjadi risiko serius bagi sistem pangan nasional.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pemerintah terus mengantisipasi dampak fluktuasi harga bahan baku plastik terhadap harga pangan pokok, khususnya beras dan gula.
Ketegangan geopolitik global yang dipicu konflik di Timur Tengah terus mempertebal kekhawatiran dunia terhadap stabilitas pangan.
Program stabilisasi harga beras tetap berjalan tanpa kenaikan harga, meskipun terjadi tekanan biaya akibat isu kelangkaan bahan baku plastik untuk kemasan.
Di pasar tradisional seperti Pasar Penuin Wet Market dan Pasar Mitra Raya, harga cabai rawit mencapai kisaran Rp80.000 hingga Rp100.000 per kilogram.
Berdasarkan hasil monitoring di Pasar Pelita dan Tipar Gede, harga komoditas yang cenderung masih stabil antara lain beras.
Sejumlah pedagang menyebutkan bahwa kenaikan harga ini sudah terjadi sejak awal tahun 2026 dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.
Harga ayam yang sempat mencapai lebih dari Rp50 ribu per kilogram pada saat lebaran, dalam tiga hari terakhir sudah turun ke harga Rp35 ribu per kilogram.
Selain cabai merah, komoditas lain juga turun harga. Di antaranya, telur ayam ras turun Rp133 dari Rp29.735 menjadi Rp29.602/kg, cabai rawit turun Rp2.484 dari Rp43.834 menjadi Rp41.350/kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved