Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menilai dampak fenomena super El Nino terhadap sektor di luar pertanian relatif terbatas. Ia menyebut komoditas yang paling sensitif terhadap ketersediaan air adalah padi, namun risikonya masih dapat diantisipasi dengan berbagai langkah yang telah disiapkan pemerintah.
Menurut Amran, pemerintah telah melakukan intervensi melalui pompanisasi, optimalisasi jaringan irigasi, pembangunan embung, hingga pemanfaatan sumber air alami di berbagai wilayah. Dengan upaya tersebut, produksi padi dinilai tetap dapat terjaga meskipun terjadi penurunan curah hujan.
“Saya kira tidak terlalu berdampak ke sektor lain, karena yang paling butuh air itu padi. Sementara padi kita bisa atasi dengan pompanisasi, irigasi, embung, dan sumber air yang ada. Jadi aman,” kata Amran di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Senin (20/4).
Amran bahkan menegaskan bahwa dalam skenario El Nino ekstrem sekalipun, kondisi pangan nasional tetap dalam posisi aman. Hal ini didukung oleh tingginya cadangan beras pemerintah yang dalam waktu dekat diperkirakan mencapai 5 juta ton.
Ia menyebut angka tersebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka. Sebagai perbandingan, stok beras nasional pada 1984 berada di kisaran 2,6 juta ton.
Selain cadangan pemerintah, Amran juga mengungkapkan potensi produksi dari tanaman yang telah memasuki fase siap panen (standing crop) mencapai sekitar 11 juta ton. Di sisi lain, stok beras yang berada di sektor horeka (hotel, restoran, dan katering) diperkirakan mencapai 12,5 juta ton.
Dengan menggabungkan seluruh komponen tersebut, total ketersediaan beras nasional dinilai mampu mencukupi kebutuhan hingga sekitar 11 bulan. Sementara itu, dampak El Nino umumnya berlangsung sekitar enam bulan.
“Kalau El Nino ekstrem pun tidak masalah. Estimasi dampaknya enam bulan, sementara cadangan kita bisa sampai 11 bulan. Artinya lebih dari cukup,” tegas Amran. (Fal/I-1)
Selain cabai rawit merah, harga cabai merah besar berada di kisaran Rp48.750 per kilogram dan cabai merah keriting Rp46.750 per kilogram.
PENELITI Center of Reform on Economics (CoRE) Eliza Mardian mengingatkan bahwa fenomena super El Nino menjadi risiko serius bagi sistem pangan nasional.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pemerintah terus mengantisipasi dampak fluktuasi harga bahan baku plastik terhadap harga pangan pokok, khususnya beras dan gula.
Ketegangan geopolitik global yang dipicu konflik di Timur Tengah terus mempertebal kekhawatiran dunia terhadap stabilitas pangan.
Program stabilisasi harga beras tetap berjalan tanpa kenaikan harga, meskipun terjadi tekanan biaya akibat isu kelangkaan bahan baku plastik untuk kemasan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved