Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MABES Polri menutup stasiun pengisian bahan bakar umum atau SPBU 34.169.24 yang berlokasi di Kilometer 28,5 Jalan Raya Bogor, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat (Jabar). Penutupan itu lantaran SPBU menjual BBM palsu dengan mencampur Pertalite dengan pewarna agar menyerupai Pertamax.
Terbongkarnya kasus penjualan Pertamax palsu ini mendapat reaksi dari masyarakat terlebih pengendara mobil dan sepeda motor. Mereka mendukung Mabes Polri yang cepat mengambil langkah hukum terhadap SPBU 34.169.24.
"Kami mengapresiasi Mabes Polri yang proaktif dan cepat menangani kasus ini. Kami juga meminta pelaku diganjar hukuman setimpal agar menjadi efek jera dan tak mengulangi perbuatannya dikemudian hari," kata Edmon, salah seorang pengendara motor, yang dihubungi di SPBU 34.169.24, Sabtu (30/3).
Baca juga : Ini Penyebab SPBU di Subang Kehabisan Stok Pertalite
Warga Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, itu mengatakan pengoplosan Pertalite dengan bahan pewarna menyerupai Pertamax sangat merugikan masyarakat. Selain harganya mahal, kecepatan motor menjadi lambat akibat Pertamax oplosan. "Pantas motor saya jalannya lambat karena ternyata BBM yang saya beli ternyata Pertamax palsu," kata Edmon yang sehari-hari mengisi BBM Pertamax di SPBU 34.169.24.
Senada dengan Edmon, pengendara mobil, Wilson, mengatakan perbuatan pelaku sudah tidak waras dan meminta pelaku dihukum seberat-beratnya. "Jika perlu diganjar hukuman mati agar menjadi efek jera bagi pengelola SPBU-SPBU yang lain," tutur Wilson yang tiap hari membeli Pertamax di sana.
Warga Kelurahan Pasirgunung Selatan, Kecamatan Cimanggis, itu menuturkan selama ini tak curiga Pertamax yang dibelinya itu palsu. "Maka itu Mabes Polri supaya rutin memeriksa SPBU yang ada di wilayah Kota Depok. Siapa tahu selain SPBU ini ada lagi yang melakukan pemalsuan BBM," tukasnya.
Baca juga : Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus BBM Bercampur Air di SPBU Stasiun Bekasi
Sebagaimana diketahui kasus penjualan Pertamax palsu ini diungkap jajaran Mabes Polri beberapa hari lalu dipimpin Direktur tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Brigjen Nunung Syaifuddin. Modus para pelaku yakni mencampurkan bahan pewarna ke Pertalite untuk mengubah warna menyerupai Pertamax hingga dijual dengan harga Pertamax.
Dalam kasus ini Dirtipidter Mabes Polri mengamankan lima orang sebagai tersangka yakni RHS, 49, selaku pengelola SPBU, AP, 37, selaku manajer di SPBU, DM, 41, selaku manajer, dan dua pengawas SPBU ialah RY, 24, dan AH, 26. Dari kasus ini, Dirtipidter Mabes Polri menyita barang bukti puluhan ribu liter BBM Pertamax palsu di tangki pendam SPBU.
Tak hanya itu, Dirtipidter Mabes Polri menyita pewarna yang digunakan untuk memalsukan BBM tersebut serta dokumen-dokumen pemesanan atau DO dan penjualan BBM, beberapa alat komunikasi, serta uang hasil penjualan BBM. Atas perbuatan tersebut, para tersangka dijerat Pasal 5 Jo Pasal 28 ayat (1) UU Nomor 2002 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Cipta Kerja menjadi UU dapat dipidana paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp60 miliar.
Dari pantauan di lokasi SPBU, tidak ada lagi operasional pengisian BBM. SPBU hanya dijaga satu satpam bernama Supriadi yang mengaku warga Kampung Gandaria, Kelurahan Pekayon, Jakarta Timur. Area SPBU 34.169.24 berada di Jalan Raya Bogor seberang kampus Universitas Jaya Baya. (Z-2)
Banjir besar ini terjadi karena overflow air yang melampaui kapasitas kali setelah aliran air terhambat tumpukan sampah.
Volume sampah yang diangkut setiap harinya dari seluruh wilayah kecamatan mencapai puluhan ton
Pemerintah berkomitmen menyelesaikan persoalan sampah secara komprehensif hingga ke hilir
Sampah dan lumpur yang diangkut dari aliran Kali Baru sekitar 7 ton dan 8 ton dari Kali Laya, dengan diangkut oleh 6 armada truk besar menuju ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung.
Ledakan tabung gas diduga picu kebakaran Kafe di Depok. Sebanyak 35 orang terdampak, 5 karyawan alami luka bakar serius dan dilarikan ke RS.
Masyarakat diharapkan langsung mendatangi kantor kelurahan atau gerai layanan resmi Dukcapil Depok untuk melakukan aktivasi IKD secara aman dan legal.
Gempa magnitudo 4,0 mengguncang Kabupaten Tasikmalaya dini hari, Selasa (28/4). BMKG memastikan gempa tak berpotensi tsunami, getaran dirasakan di sejumlah wilayah.
Perindo menempatkan Jawa Barat sebagai prioritas utama dalam konsolidasi menuju Pemilu 2029.
Kebijakan transisi energi di Indonesia selama ini banyak dirancang di level nasional, mulai dari penetapan target bauran energi, skema pensiun dini PLTU, hingga negosiasi pendanaan.
Berdasarkan hasil analisis model cuaca global hingga lokal dan data observasi, BMKG menyimpulkan potensi hujan lebat dan angin kencang dapat terjadi dalam durasi singkat
BMKG keluarkan peringatan dini angin kencang di Jawa Barat dan hujan lebat di 11 wilayah Indonesia untuk 21 April 2026. Cek prakiraan cuaca lengkapnya.
Dinamika atmosfer saat ini dipengaruhi oleh pembentukan sirkulasi siklonik di wilayah barat dan timur Nusantara, yang memicu pertumbuhan awan hujan signifikan di berbagai wilayah Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved