Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BUKIT sampah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, longsor dan menutup aliran Sungai Pesanggrahan. Akibatnya, tebing permukiman penduduk ambrol dan mengenai lima rumah di RW 002, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan.
Dari pengakuan penghuni, belum satupun dari pejabat pemerintah kota yang meninjau lokasi permukiman yang terkena longsor tersebut
Salah seorang warga RW 02, Kelurahan Pasir Putih, Neran mengaku bukit sampah TPA longsor kemarin (1/7). "Kejadiannya kemarin sekitar pukul 18.20 WIB rumah saya dan rumah tetangga kena longsor,” ujarnya.
Baca juga : Sampah Dari Depok Belum Bisa Dibuang ke TPPAS Nambo Bogor
Longsor, katanya, terjadi akibat dari hujan deras yang mengguyur dan terpicu tumpukan sampah yang over kapasitas. Tebing rumah Neran dan tebing rumah empat warga yang lainnya tidak kuat menahan material longsor sehingga ikut terkena longsor dan jatuh kebagian bawah.
Teras depan rumah Neran dan barang miliknya terbawa longsor dengan ketinggian mencapai 15 meter. Pada saat kejadian Neran bersama keluarganya sedang keluar rumah membeli makan sehingga tidak menjadi korban longsor.
Baca juga : Aksi di Gunung Sampah TPA Cipayung Depok
“Pas kejadian saya sedang beli makanan, jadi bagian teras dan barang saya saja yang terkena longsor dan jatuh ke bawah,” jelasnya.
Bukit sampah TPA Cipayung bukan kali pertama ini terdampak longsor. Kata Neran dalam hitungannya, TPA Cipayung telah 25 kali longsor selama 4 tahun ini. " Seingat saya sudah 25 kali, " katanya.
Dalam 25 kali longsor ini ada 7 rumah yang terkena longsor dan jatuh ke bawah. "Kami tidak ingin seperti Tragedi Longsor Sampah di TPA Leuwigajah Cimahi, Jawa Barat 21 Februari 2005. Gunungan sampah sepanjang 200 meter dengan tinggi 60 meter di TPA Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, menghantam permukiman akibat longsoran, " ungkapnya.
Rumah- rumah terdampak longsor yang sudah terjadi sejak 2019 hingga saat ini terus menghantui warga. Kejadian longsor sudah dilaporkan ke aparatur Kelurahan hingga Dinas di Pemerintah Kota Depok.
“Sampai sekarang tidak ada realisasinya, cuma janji aja, sampai rumah saya hilang bagian depan ga ada realisasinya,” ucap Neran.
Senada dengan Neran, Melly warga RW 02 Kelurahan Pasir Putih mengaku, sejak 2019 hingga saat ini, dicemaskan dengan potensi longsor yang bisa terjadi setiap saat. Bahkan sudah beberapa rumah warga di sekitar tempat tinggalnya sudah hilang tergerus longsor.
“Di sebelah sana sudah ada rumah warga yang hilang, sekarang kami tinggal menunggu giliran,” terang Melly.
Melly mengaku sudah melaporkan masalah ini ke UPT TPA Cipayung namun tak mendapat tanggapan. " Sudah kami laporkan juga ke pemerintah kecamatan dan pemerintah kota," katanya.
Sementara, Sekretaris Dinas Lingkungan dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok Muhammad Ridwan mengaku sudah melaporkan peristiwa longsor di RW2 Kelurahan Pasir Putih ke Pemerintah Kota Depok.
DLHK Kota Depok sudah mengusulkan kepada Pemerintah Kota Depok untuk melakukan penanganan pencegahan longsor yang bersinggungan langsung dengan rumah warga.
“Sudah kita usulkan sampah TPA dipindahkan secepatnya karena khawatir menimbulkan hal yang tidak diinginkan," ucapnya (Z-4)
Menurut Jumhur, tantangan lingkungan hidup di Indonesia cukup kompleks dan membutuhkan penanganan bertahap.
Banjir besar ini terjadi karena overflow air yang melampaui kapasitas kali setelah aliran air terhambat tumpukan sampah.
Pemerintah melangkah lebih jauh dalam mewujudkan program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik.
Tempat Penampungan Sementara (TPS) di kawasan CitraRaya, Tangerang, tengah dipersiapkan untuk bertransformasi menjadi fasilitas pengelolaan sampah berbasis metode controlled landfill.
Volume sampah yang diangkut setiap harinya dari seluruh wilayah kecamatan mencapai puluhan ton
Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang mencatat produksi sampah di kota itu mencapai 700 ton per hari.
Strategi utama yang didorong pemerintah adalah pendekatan berbasis masyarakat untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir.
Melalui pendekatan edukasi dan pemanfaatan teknologi, program-program ini bertujuan untuk mengurangi timbulan sampah di tempat pembuangan akhir sekaligus memberdayakan masyarakat.
KLH meminta pemerintah daerah mendirikan tenda khusus berupa stasiun penampungan sampah yang terpilah untuk sampah makanan dan sampah kemasan plastik.
Pengembangan aspal dengan campuran sampah plastik bernilai rendah, seperti kantong keresek, bermanfaat untuk mengurangi sampah dan meningkatkan infrastruktur jalan.
"timbulan sampah di bulan Ramadan justru tercatat naik 20% dikarenakan jumlah sisa makanan dan sampah kemasan,"
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved