Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Puslabfor RI telah merampungkan olah TKP kedua kebakaran kantor Kejagung RI.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyonomengatakan Puslabfor telah sudah memeriksa 99 saksi dan 24 rekaman CCTV.
Perihal dugaan temuan botol hidrokarbon di lokasi kebakaran, Awi menegaskan pihaknya masih menunggu olah TKP.
"Saya tidak bisa mendahului, tentunya nanti hasil pemeriksaan laboratorium forensik akan dibuka secara transparan kepada publik," ujar Awi, Kamis (27/8).
"Kita tunggu nanti hasilnya apa, akan disampaikan oleh pimpinan kami," ungkapnya.
Baca juga: 9 Saksi Diperiksa Terkait Kebakaran Gedung Kejagung
Sebelumnya, penyidik telah melakukan pemeriksaan saksi yakni sekitar 99 saksi. Awi menyebutkan, 99 saksi tersebut terdiri dari OB, cleaning service, phl dan pegawai Kejagung.
Terkait mantan Jaksa Agung Muda bidang Intelijen (Jamintel) diduga ikut diperiksa lantaran ada saat kebakaran terjadi, Awi mengaku akan menunggu keterangan dari para saksi.
"Secara satu-satu personal saya tidak bisa sampaikan tapi, bahwasanya saksi itu orang yang melihat, orang yang mendengar,orang yang mengalami," paparnya.(OL-5)
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI, Febrie Adriansyah, menghadiri acara Halal Bihalal yang digelar Badan Musyawarah Kekeluargaan Jambi.
Adapun ketiga tersangka baru tersebut antara lain adalah HS (Hendry Sulfian) selaku Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Rangga Ilung, Kalimantan Tengah
Profil lengkap Hery Susanto, Ketua Ombudsman RI periode 2026-2031 yang ditetapkan sebagai tersangka korupsi tambang nikel oleh Kejaksaan Agung.
Perbandingan pernyataan Ketua Ombudsman RI Hery Susanto saat pelantikan April 2026 dengan status tersangka yang kini ditetapkan Kejagung.
Profil Hery Susanto, Ketua Ombudsman RI periode 2026-2031 yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung. Simak rekam jejaknya di sini.
Uang tersebut diduga diberikan untuk mengatur dan membantu perusahaan keluar dari permasalahan terkait perhitungan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved