Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TRADISI mengonsumsi makanan bakaran, seperti jagung bakar dan daging panggang, seolah menjadi ritual wajib dalam perayaan akhir tahun. Namun, di balik kelezatannya, muncul kekhawatiran mengenai dampak kesehatan dari proses pembakaran tersebut. Benarkah makanan bakaran selalu berdampak buruk bagi tubuh?
Dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB University, Dr. Karina Rahmadia Ekawidyani, menjelaskan bahwa proses pembakaran memang memengaruhi kandungan gizi makanan, namun dampaknya tidak selalu negatif. Menurutnya, pemahaman mengenai jenis bahan pangan dan teknik pengolahan menjadi kunci utama.
Secara ilmiah, suhu tinggi saat pembakaran dapat mengubah profil nutrisi bahan pangan. Karina menerangkan, "Secara ilmiah, pembakaran dapat menurunkan kandungan beberapa zat gizi tertentu. Proses pembakaran makanan dapat mengubah kandungan gizi, antara lain menurunkan vitamin larut air seperti vitamin C dan vitamin B."
MI/HO--Dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB University, Dr. Karina Rahmadia EkawidyaniRisiko utama muncul pada protein hewani, seperti daging ayam dan sapi. Pemanasan bersuhu tinggi pada jenis pangan ini dapat memicu terbentuknya senyawa karsinogenik, yaitu polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs) dan heterocyclic amines (HCAs). Senyawa ini umumnya terbentuk jika daging dibakar pada suhu sangat tinggi hingga mencapai kondisi gosong.
Menariknya, Karina menegaskan bahwa tidak semua makanan bakaran berbahaya bagi kesehatan. Risiko kesehatan sangat bergantung pada jenis bahan yang diolah. Ia justru menyebutkan bahwa pembakaran pada beberapa jenis pangan tertentu memberikan manfaat lebih.
"Jenis pangan yang relatif lebih aman untuk dibakar adalah sayuran," jelasnya.
Pada sayuran tertentu, proses pembakaran dapat menghancurkan dinding sel yang keras. Hal ini justru membuat zat gizi penting seperti lycopene, beta-karoten, dan berbagai antioksidan lainnya menjadi lebih mudah diserap oleh tubuh.
Penelitian menunjukkan bahwa kadar mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, dan mangan pada terong dilaporkan meningkat setelah dibakar. Begitu pula dengan kadar natrium pada zukini yang diolah dengan metode serupa.
Agar tradisi bakar-bakaran tetap aman dan menyehatkan, Karina membagikan beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan di rumah:
Dengan menerapkan teknik yang tepat, kekhawatiran akan bahaya kesehatan dapat diminimalisir, sehingga momen kebersamaan di akhir tahun tetap terasa nikmat dan tetap sehat. (Z-1)
Presiden INA Dr. dr. Luciana B. Sutanto menekankan pentingnya protein dan zat besi untuk kecerdasan anak serta pencegahan stunting dan anemia.
Hasil studi IHDC ini semakin memperkuat pentingnya peran berbagai pihak dalam memastikan pemenuhan gizi anak sejak dini.
Pakar IPB University ingatkan bahaya konsumsi Ultra Processed Food (UPF) berlebih pada anak, mulai dari obesitas hingga risiko penyakit jantung dan stroke.
Dokter spesialis anak ingatkan bahaya konsumsi mie instan dan susu kental manis berlebih bagi anak di pengungsian banjir Sumatra. Simak saran gizinya.
Dietisien RS Pelni menekankan pentingnya protein, sayur, dan buah bagi tumbuh kembang anak serta risiko jangka panjang akibat kurang gizi.
Dr. dr. Tan Shot Yen mengingatkan calon jemaah haji untuk menjaga kesehatan, mengontrol penyakit kronis, dan mengatur pola makan sebelum berangkat ke Arab Saudi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved