Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah kepungan dunia digital, peran orangtua kini bertransformasi menjadi garda perlindungan pertama. Namun, realitanya banyak orangtua yang terjebak dalam kebingungan antara membebaskan atau melarang total.
Tantangan mendidik anak di era digital bukan lagi sekadar membatasi screen time, melainkan memastikan kesiapan mental mereka sebelum terjun ke dunia maya.
Menjawab tantangan tersebut, Gembira Parenting meluncurkan Tunas Community Hub dalam acara Road to Tunas Community Hub. Wadah ini dirancang untuk menjadi sistem pendukung bagi orangtua agar tidak merasa ‘berjuang sendirian’ dalam menghadapi realita internet yang kian kompleks.
Data menunjukkan 40% pengguna internet di Indonesia adalah anak di bawah 18 tahun, sebuah angka yang menuntut kewaspadaan tinggi dari garda terdepan, yaitu keluarga.
Founder Gembira Parenting, Reza Imran Yanuar, mengungkapkan bahwa banyak orangtua yang sebenarnya sadar akan bahaya digital, namun bingung harus memulai dari mana.
"Tunas Community Hub sebagai perpanjangan tangan dari gerakan PP Tunas (Tunggu Anak Siap). Kami ingin memastikan orangtua memiliki komunitas yang membersamai mereka, sehingga ada panduan konkret dalam menjaga buah hati di jagat digital," ujar Reza dalam keterangannya.
Hingga saat ini, sebanyak 43 komunitas dan 42 sekolah di Jabodetabek telah bersinergi dalam ekosistem ini untuk memperkuat literasi digital keluarga. Dari soal membangun komunikasi dua arah yang hangat, mengenali tanda-tanda bahaya digital (child grooming dan penipuan) sejak dini, hingga menerapkan etika digital sebagai bagian dari karakter anak.
Bahaya Nyata di Balik Layar
Mewakili Menteri Komdigi, Bonifasius Wahyu Pujianto, mengingatkan bahwa internet tidaklah bersih seperti kertas putih. Risiko seperti penipuan, kejahatan seksual berbasis online, hingga child grooming adalah ancaman nyata yang menyerang psikologis anak.
Pemerintah terus mendorong program literasi digital CABE (Cakap, Aman, Budaya, dan Etika Digital) sebagai fondasi perlindungan anak.
Anggota DPR RI sekaligus aktivis, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, menekankan pentingnya transformasi dalam pola asuh anak guna menghadapi tantangan zaman. Ia mengingatkan para orangtua agar tidak terjebak dalam fenomena ‘baby forever’, sebuah kecenderungan di mana anak terus-menerus dimanjakan dan tidak diberi kesempatan untuk mandiri.
Menurutnya, keberhasilan anak di masa depan sangat bergantung pada keberanian orangtua dalam melatih mereka menghadapi konsekuensi dari setiap keputusan yang diambil. Dengan memberikan ruang bagi anak untuk memilih, orangtua sebenarnya sedang membangun mentalitas yang tangguh dan bertanggung jawab.
Lebih lanjut, Rahayu menegaskan bahwa pendekatan tersebut harus dilandasi dengan empati yang kuat, menciptakan jembatan emosional antara pendidik dan anak.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, orangtua dan guru dituntut untuk tidak menutup mata terhadap realitas baru, bahwa mereka wajib memahami dan masuk ke dalam dunia digital yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan generasi saat ini. (B-3)
Setiap lembaga pengasuhan anak wajib menyediakan fasilitas yang dapat dipantau langsung, seperti CCTV, agar orang tua memiliki akses terhadap apa yang terjadi pada anaknya.
Guru daycare diharapkan memiliki kompetensi pemenuhan kesehatan anak, termasuk apabila terjadi kecelakaan seperti tersedak, tersetrum, dan sebagainya.
Wihaji menekankan bahwa setiap daycare yang masuk dalam binaan pemerintah harus melalui proses seleksi ketat.
Plan Indonesia PIA Nagekeo gelar pelatihan penguatan perlindungan anak & perempuan guna implementasi Permendikdasmen No 6/2026 tentang Sekolah Aman dan Nyaman.
Pihak korban menyampaikan tiga kebutuhan utama, yakni penegakan hukum yang transparan, pendampingan menyeluruh, serta jaminan pembiayaan bagi anak-anak korban.
KPAI menilai kasus kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta berlangsung sistematis dan masif. Desak penyelidikan hingga ke pemilik yayasan.
Putusan pengadilan AS terhadap Meta dan Google soal dampak mental media sosial bikin resah? Simak tips psikolog untuk kurangi ketergantungan anak pada ponsel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved