Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup (KLH) bersama Kongres Wanita Indonesia (Kowani) menggaungkan Gerakan 10 Juta Perempuan Pilah Sampah dari Rumah dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2025.
Gerakan ini mengajak perempuan di seluruh Indonesia untuk menjadi agen perubahan dalam pengelolaan sampah dengan menerapkan gaya hidup sadar sampah melalui lima aksi nyata yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Kelima aksi sadar sampah yang diterapkan dalam gerakan ini yaitu, pertama, pemilahan sampah, dengan cara memisahkan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah untuk memudahkan proses daur ulang dan pengolahan.
Kedua, tidak menggunakan produk kemasan sekali pakai, dengan cara mengurangi konsumsi plastik dan beralih ke alternatif yang lebih ramah lingkungan.
Ketiga, berbelanja produk curah atau isi ulang dengan membawa wadah sendiri. Dengan begitu, mengurangi produksi sampah dari kemasan dan mendukung konsep zero waste shopping.
Keempat, menghabiskan makanan dengan cara menghindari pemborosan pangan, lebih bijak dalam membeli, memasak, dan mengonsumsi makanan.
Kelima, melakukan kegiatan pengomposan, dengan cara mengolah sampah organik menjadi kompos yang bermanfaat bagi lingkungan dan pertanian.
Ketua Umum Kowani 2024-2029 Nannie Hadi Tjahjanto menyampaikan perempuan memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan di lingkungan rumah tangga dan masyarakat.
"Dengan keterlibatan aktif perempuan, kita dapat membangun budaya memilah sampah sejak dari sumbernya dan mendorong ekonomi sirkular yang berkelanjutan."
"Gerakan ini bukan sekadar kampanye, tetapi sebuah gerakan kolektif untuk masa depan lebih bersih dan lestari. Perempuan merupakan agen perubahan untuk green economy dengan terciptanya UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) baru," kata Nannie.
Sementara itu, perwakilan dari KLH menekankan sampah adalah tanggung jawab bersama dan perubahan gaya hidup merupakan kunci utama mengurangi timbunan sampah nasional yang mencapai lebih dari 68 juta ton per tahun.
"Jika setiap individu dimulai dari perempuan, sadar akan dampaknya terhadap lingkungan dan melakukan perubahan kecil secara konsisten, dampaknya akan sangat besar bagi keberlanjutan bumi," tuturnya.
Aksi serentak yang dilakukan di seluruh Indonesia itu juga memperlombakan video tentang pemilahan sampah dari rumah dan menjadikan sirkular ekonomi yang dinilai berdampak bagi banyak perempuan lain.
Gerakan yang dilaksanakan serentak pada Jumat (21/2) itu melibatkan 10 juta perempuan dari berbagai organisasi di bawah naungan Kowani serta komunitas perempuan di seluruh Indonesia.
Gerakan ini juga mendapatkan rekor MURI yang diberikan Museum Rekor Indonesia. Adapun perempuan dari Sabang hingga Merauke melalui BKOW/GOW diundang untuk berpartisipasi dengan mengunggah foto atau video aksi pilah sampah mereka di media sosial menggunakan tagar #10JutaPerempuanPilahSampah, #GerakanBersih10JutaPerempuanKowani dan #WardahBeauty.
Ketua Panitia dan Ketua Umum Perempuan Pemimpin Indonesia (Perpina) Veve Safitri menjelaskan gerakan ini juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, dunia usaha, dan komunitas lingkungan untuk turut menerapkan gaya hidup sadar sampah dalam keseharian mereka.
"Dengan sinergi antara pemerintah, organisasi perempuan, sektor swasta, dan masyarakat, diharapkan Indonesia dapat bergerak menuju sistem pengelolaan sampah lebih baik, berkelanjutan, dan berbasis ekonomi sirkular," ujar Veve.
Veve optimistis gerakan yang diusung Kowani, Perpina, Cahaya Ladara Nusantara (CLN) dan KLH ini bisa membawa perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.
"Melalui Gerakan 10 Juta Perempuan Pilah Sampah dari Rumah ini, perempuan Indonesia membuktikan mereka bukan hanya penggerak keluarga, tetapi juga penggerak perubahan untuk bumi yang lebih sehat dan lestari," pungkas Veve.(H-2)
Langkah ini sejalan dengan arahan sistem pengelolaan sampah nasional, yang menekankan pentingnya perubahan perilaku sejak dari tingkat rumah tangga.
Pendekatan utama yang diusung adalah membangun model pengelolaan sampah berbasis komunitas di tingkat RT sebagai percontohan.
Selama dua bulan, sejak 10 Januari 2025 hingga 11 Maret 2025, proyek difokuskan di Banjar Pasedana. Di wilayah ini, terdapat 163 KK yang menjadi sasaran langsung edukasi.
Untuk memperkuat sistem ini, Pemda, Kementerian PU dan Kemendagri melalui Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Ditjen Bina Bangda) turut berperan aktif dalam berkolaborasi.
Kondisi geografis Cianjur yang luas dan beragam, meliputi wilayah urban, pedesaan, dan pegunungan, menyulitkan proses pengangkutan dan pengolahan sampah secara merata.
SAENGGOK Land fill atau tempat pembuangan sampah yang berlokasi di Distrik Gangseo, Korea Selatan bisa menjadi salah satu contoh bagaimana tempat pembuangan sampah diubah menjadi aestetik
Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau saat ini telah melejit 20 kali lipat menjadi 8.555,37 hektare dibanding 2025.
KLH/BPLH bersama Pemerintah Provinsi Bali mempertegas langkah penghentian praktik pembuangan sampah terbuka (open dumping).
PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari subholding gas PT Pertamina (Persero), meraih tiga penghargaan Proper Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Di luar 20 wilayah prioritas itu, KLH juga mengidentifikasi tujuh wilayah aglomerasi pada 26 kabupaten dan kota dengan timbulan sampah 500 hingga 1.000 ton per hari.
PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) meraih Penghargaan Proper Hijau dalam ajang Anugerah Lingkungan Proper 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup
PT Jababeka Infrastruktur kembali meraih PROPER Hijau dalam Anugerah Lingkungan 2026. Capaian tersebut menjadi yang keenam kalinya bagi perusahaan tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved