Enam Kali Lampaui Standar Kepatuhan Lingkungan

M Ilham Ramadhan Avisena
08/4/2026 22:18
Enam Kali Lampaui Standar Kepatuhan Lingkungan
PT Jababeka Infrastruktur kembali meraih PROPER Hijau dalam Anugerah Lingkungan 2026.(Dok. Jababeka Infrastruktur)

PT Jababeka Infrastruktur kembali meraih PROPER Hijau dalam Anugerah Lingkungan 2026. Capaian tersebut menjadi yang keenam kalinya bagi perusahaan tersebut, sekaligus menempatkannya sebagai satu-satunya kawasan industri yang memperoleh peringkat hijau tahun ini.

Penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) itu diberikan sebagai indikator bahwa perusahaan dinilai melampaui standar kepatuhan lingkungan. 

Dalam skema PROPER, peringkat hijau diberikan kepada entitas yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga menjalankan efisiensi sumber daya, sistem manajemen lingkungan, serta program pemberdayaan masyarakat.

Direktur Utama Didik Purbadi menilai capaian ini sebagai hasil dorongan standar yang semakin ketat. Ia menyebut upaya internal perusahaan tidak berhenti pada kepatuhan dasar.

"Standar pemerintah semakin ketat, dan kami justru melihatnya sebagai motivasi. Tim kami telah bekerja keras selama setahun penuh untuk tidak sekadar memenuhi, tetapi melampaui standar yang ditetapkan," ujarnya dikutip pada Rabu (8/4). 

"Enam penghargaan PROPER Hijau ini mencerminkan sinergi seluruh pemangku kepentingan di ekosistem Jababeka bahwa keberlanjutan bukan sekadar kewajiban, melainkan warisan yang ingin kami tinggalkan bagi generasi mendatang. Ke depan, melalui pendekatan pentahelix bersama pemerintah, akademisi, komunitas, dan media, kami akan terus mendorong seluruh perusahaan di kawasan ini untuk selalu compliance dan bahkan melampaui standar yang ada," lanjutnya. 

Sejumlah program menjadi dasar penilaian, termasuk pengoperasian instalasi pengolahan air limbah (WWTP) yang menjaga kualitas efluen sesuai baku mutu lingkungan. Selain itu, perusahaan mengembangkan pemanfaatan ulang air olahan untuk kebutuhan non-potable, serta menerapkan efisiensi energi guna mengendalikan emisi.

Pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular juga menjadi bagian dari strategi lingkungan yang dijalankan. Di luar aspek teknis, perusahaan turut menjalankan program sosial seperti pemberdayaan perempuan, ketahanan pangan, hingga peningkatan akses air bersih dan sanitasi.

Program-program tersebut menyasar wilayah sekitar kawasan industri, mencakup 14 desa dan empat kecamatan, dengan dampak pada ribuan pekerja dan puluhan ribu warga. Seluruh inisiatif ini diklaim dijalankan melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga komunitas. (Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya