Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGOMPOL merupakan salah satu kondisi yang pasti ditemui orangtua pada anak-anak yang mulai lepas dari popok sekali pakai. Beberapa di antaranya masih ngompol di usia lima tahun.
Dokter Spesialis Anak dr. Rinaldi Lenggana, SpA, MHKes, MBiomed menjelaskan anak laki-laki cenderung lebih sering mengompol dibandingkan anak perempuan.
"Saat anak sudah berusia 7 tahun, masih ada sebagian kecil anak yang mengompol di malam hari. Bagi sebagian besar anak, mengompol dapat berhenti sendiri tanpa membutuhkan terapi. Namun terkadang orangtua merasa khawatir ada masalah medis yang mendasari anak masih mengompol," kata dr. Rinaldi melalui unggahan di Instagram pribadinya @rinaldilenggana_dokteranak.
Baca juga : Skincare Lokal yang Dikembangkan Dokter Anak dan Kulit Diminati Konsumen
Lalu, mengapa anak masih mengompol? Terdapat beberapa penyebab anak mengompol, seperti yang dijelaskan dr. Rinaldi sebagai berikut;
"Mengompol adalah masalah umum pada anak yang masih dapat berlangsung hingga anak berusia 7 tahun. Mengompol dapat berhenti sendiri pada sebagian besar anak," ujar dr. Rinaldi.
Oleh sebab itu, mengompol bukan salah anak dan tidak perlu ada hukuman karena mengompol.
Baca juga : Pneumonia Masih Mengancam, MSD Ajak Orang Tua Lakukan Vaksinasi
Kiat agar Anak tidak Mudah Mengompol
Dr. Rinaldi mengatakan ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar membangun kebiasaan si kecil tidak mudah mengompol, sebagai berikut;
Lalu, kapan anak yang masih mengompol harus dibawa ke dokter? Ketika masih mengompol setelah usia 7 tahun. Lalu saat anak mengompol kembali setelah lebih dari beberapa bulan tidak mengompol di malam hari. Hal penting lainnya ialah saat anak mengompol disertai nyeri berkemih, rasa haus yang tidak lazim, warna urin pink atau merah, feses keras, mengorok, atau kaki bengkak.(M-3)
Smile Train Indonesia rayakan 100.000 operasi sumbing gratis. Bersama Miss Cosmo 2025 dan RS Hermina Galaxy, perkuat layanan komprehensif bagi anak Indonesia.
Kenali perbedaan campak dan flu Singapura pada anak. Mulai dari pola ruam, penyebab virus, hingga risiko komplikasi serius yang perlu diwaspadai orangtua.
Psikolog Devi Yanti mengingatkan orang tua untuk peka terhadap perubahan perilaku anak di daycare. Simak tanda bahaya dan langkah hukum yang perlu diambil.
Psikolog HIMPSI Devi Yanti membagikan tips bagi orang tua agar anak mau bercerita tentang kegiatannya di daycare melalui pertanyaan terbuka dan media bermain.
Sindrom Turner adalah kelainan kromosom pada janin perempuan. Kenali gejala, risiko komplikasi, hingga langkah penanganan medis untuk optimalkan tumbuh kembang.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja meluruskan hoaks larangan mandi bagi anak yang terkena campak atau cacar. Simak tips memandikannya di sini.
Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya menyebut Indonesia kekurangan 92 ribu dokter dan meluncurkan program pendidikan spesialis hospital based.
UJI materiil Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan di MK memunculkan perdebatan mengenai kewenangan pembukaan dan tata kelola pendidikan dokter spesialis.
PROFESI dokter sejak awal berdiri bukanlah profesi ekonomi. Ia bukan lahir dari logika pasar, tetapi dari etika pertolongan.
Cuaca 2026 semakin tak menentu. Simak panduan medis menjaga imunitas tubuh, mencegah penyakit pancaroba, dan tips menghadapi gelombang panas (heatwave).
Irma menyoroti masih adanya keluhan masyarakat terkait keterbatasan dokter spesialis maupun subspesialis yang berdampak pada tidak optimalnya akses pelayanan kesehatan.
Legislator PDIP Edy Wuryanto mendesak pemerintah memprioritaskan pemenuhan dokter spesialis di daerah 3T serta mencegah mahalnya pendidikan kedokteran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved