Dilema Claudia Sheinbaum: Harga Mahal Menuruti Tekanan Donald Trump

Wisnu Arto Subari
29/4/2026 07:00
Dilema Claudia Sheinbaum: Harga Mahal Menuruti Tekanan Donald Trump
Claudia Sheinbaum.(Al Jazeera)

PRESIDEN Meksiko, Claudia Sheinbaum, kini tengah berada di persimpangan jalan yang krusial. Setelah lebih dari setahun menjabat, pola hubungannya dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mulai menunjukkan beban politik dan personal yang berat. Setiap konsesi yang diberikan Sheinbaum tampaknya justru memicu tuntutan lebih besar dari Washington, menempatkan pemimpin perempuan pertama Meksiko ini dalam posisi terpojok.

Insiden terbaru yang mengguncang hubungan diplomatik kedua negara ialah tewasnya dua pejabat Badan Intelijen Pusat (CIA) dalam kecelakaan mobil di Meksiko utara saat berpartisipasi dalam operasi pemberantasan narkotika. Alih-alih mengecam pelanggaran kedaulatan atas kehadiran agen asing yang tidak terakreditasi, Sheinbaum memilih respons yang sangat tenang.

Ia justru mengarahkan telunjuk pada gubernur oposisi negara bagian Chihuahua, María Eugenia Campos, yang dituduh bekerja sama dengan agen Amerika tanpa koordinasi federal. Meski bersikap menahan diri, Washington tetap menunjukkan ketidakpuasan. Sekretaris pers Karoline Leavitt menegaskan bahwa simpati publik dari Meksiko bagi pejabat AS yang gugur akan sangat berharga, sinyal bahwa AS menuntut loyalitas yang lebih eksplisit.

Pola Tekanan tanpa Henti

Strategi Sheinbaum untuk tetap tenang dalam menghadapi Trump tampaknya mulai mencapai batasnya. Sejak awal masa jabatannya, ia mengambil langkah-langkah yang berisiko secara politik, termasuk:

  • Mengerahkan Garda Nasional ke perbatasan untuk menghentikan migran.
  • Menutup pintu bagi pengungsi dari Venezuela dan negara Amerika Latin lain.
  • Menerapkan kebijakan keamanan keras yang meninggalkan doktrin pelukan bukan peluru milik mentornya, Andrés Manuel López Obrador.
  • Mengenakan tarif tinggi pada produk Tiongkok, termasuk kendaraan listrik, demi menyelaraskan diri dengan kebijakan perdagangan AS.

Namun, bagi Trump, langkah-langkah tersebut belum cukup. Di berbagai kesempatan, termasuk KTT Shield of the Americas di Florida, Trump secara terbuka mengejek keraguan Meksiko dalam mengizinkan intervensi militer AS untuk memberantas kartel narkoba.

Konteks Keamanan: Ketegangan memuncak setelah pasukan keamanan Meksiko menembak mati pemimpin kartel Jalisco, Nemesio 'El Mencho' Oseguera, pada Februari lalu. Meski ini merupakan kemenangan besar, Trump merespons melalui media sosial dengan menuntut upaya yang lebih keras saat kartel melakukan serangan balasan yang melumpuhkan wilayah Meksiko barat.

Dilema Domestik dan Ancaman Ekonomi

Di dalam negeri, Sheinbaum mulai menghadapi tekanan dari loyalis López Obrador yang mempertanyakan alasan Meksiko harus mengorbankan hubungan dagang dengan Beijing atau menghentikan pengiriman minyak ke Kuba demi menuruti keinginan Gedung Putih. Para kritikus khawatir bahwa kedaulatan Meksiko sedang dinegosiasikan demi menghindari ancaman tarif 25% yang pernah dilontarkan Trump.

Secara personal, beban ini mulai terlihat. Orang-orang terdekatnya melaporkan bahwa Sheinbaum tampak kelelahan, sering kali hanya tidur empat jam sehari, dan terjebak dalam keraguan antara memenuhi tuntutan Trump atau menjaga basis politiknya. Ekonomi yang stagnan dan hilangnya hampir 70.000 pekerjaan di sektor otomotif akibat ketidakpastian peninjauan kembali perjanjian USMCA menambah beban di pundaknya.

Isu Utama Tindakan Meksiko Respon AS/Trump
Kartel Narkoba Ekstradisi bos kartel & operasi militer agresif. Menuntut penggunaan militer AS di wilayah Meksiko.
Perdagangan Tarif 50% pada produk Tiongkok. Tetap mengancam tarif jika migrasi tidak nol.
Energi/Diplomasi Menghentikan pengiriman minyak ke Kuba. Memveto upaya Meksiko memulai kembali pengiriman.

Mantan Menteri Luar Negeri Meksiko, Jorge Castañeda, merangkum situasi ini dengan getir. "Saya tidak setuju dengan hampir semua yang telah dia lakukan, tetapi saya tidak tahu apa yang bisa dia lakukan secara berbeda."

Kini, dengan peninjauan kembali USMCA yang membayangi dan ancaman tindakan militer sepihak dari AS yang tetap ada, Claudia Sheinbaum harus memutuskan seberapa jauh ia bisa melangkah sebelum harga yang ia bayar menjadi terlalu mahal bagi masa depan Meksiko. (WSJ/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya