Lawan Gertakan Tarif Donald Trump, Pengusaha Desak Inggris Siapkan "Bazoka Perdagangan"

Thalatie K Yani
27/4/2026 06:30
Lawan Gertakan Tarif Donald Trump, Pengusaha Desak Inggris Siapkan
British Chambers of Commerce (BCC) mendesak Pemerintah Inggris menciptakan alat pertahanan ekonomi kuat untuk melawan intimidasi dagang dari AS.(White House)

PARA pemimpin bisnis di Inggris mendesak pemerintah untuk segera membangun instrumen pertahanan ekonomi setingkat Uni Eropa yang disebut sebagai "bazoka perdagangan". Langkah ini menyusul meningkatnya tensi transatlantik setelah ancaman tarif terbaru yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Kelompok lobi British Chambers of Commerce (BCC) memperingatkan "keamanan ekonomi yang tidak memadai" saat ini membahayakan pertumbuhan nasional dan lapangan kerja. Mereka mendesak Perdana Menteri Keir Starmer untuk mengambil alih komando dalam melindungi Inggris dari krisis eksternal setelah apa yang mereka sebut sebagai "pengabaian selama bertahun-tahun oleh pemerintahan berturut-turut".

Ancaman Tarif dan Tekanan Global

Pekan lalu, Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif besar terhadap Inggris kecuali London membatalkan pajak layanan digital yang menyasar perusahaan teknologi asal AS. Ancaman ini menambah beban bagi perusahaan-perusahaan Inggris yang sudah terpukul oleh dampak Brexit, pandemi Covid-19, serta konflik di Ukraina dan Timur Tengah.

Dalam laporannya, BCC merekomendasikan agar Inggris meniru instrumen anti-pemaksaan (anti-coercion instrument) milik Uni Eropa. Alat pertahanan ini memungkinkan sebuah blok perdagangan untuk menjatuhkan pembatasan luas pada barang dan jasa dari negara agresor yang mencoba mengintimidasi kebijakan ekonomi mereka.

"Pemerintah harus menambahkan 'bazoka perdagangan' ke dalam arsenal responsnya terhadap ancaman pemaksaan ekonomi," tulis BCC dalam laporannya.

Lembaga tersebut menambahkan bahwa undang-undang baru harus mencakup wewenang menteri untuk menggunakan berbagai instrumen, mulai dari bea masuk, akses pasar, hingga pengawasan investasi yang diperketat, dengan tetap menjaga kepentingan komersial Inggris.

Desakan Penguatan Keamanan Ekonomi

Direktur Jenderal BCC, Shevaun Haviland, menegaskan lanskap global yang semakin sulit menuntut respons yang lebih berani dari pemerintah.

"Keamanan ekonomi Inggris yang tidak memadai telah menjadi penghambat pertumbuhan, daya saing, dan kekuatan nasional; namun hal ini masih belum diberikan fokus dan urgensi yang seharusnya," tegas Haviland.

Menanggapi desakan tersebut, Menteri Perdagangan Inggris, Chris Bryant, menyatakan setuju bahwa perdagangan bebas dan adil adalah kunci kemakmuran. Ia menyebut pemerintah tengah mengkaji apakah Inggris membutuhkan alat pertahanan tambahan sebagai upaya terakhir jika jalur diplomasi tidak memadai.

"Kami ingin memastikan pasar terbuka tidak terdistorsi oleh mereka yang mencoba menggunakan perdagangan sebagai senjata," ujar Bryant.

Risiko Besar bagi Inggris

Meski desakan untuk melawan semakin kuat, langkah membalas Amerika Serikat membawa risiko besar. AS adalah mitra dagang tunggal terbesar Inggris yang mencakup sekitar seperlima dari total perdagangan global mereka. Selain itu, perusahaan-perusahaan Amerika tercatat memiliki investasi lebih dari £640 miliar di tanah Britania.

Selain usulan "bazoka perdagangan", BCC juga meminta pemerintah memastikan bisnis Inggris tetap berperan dalam rantai pasok Eropa melalui agenda Made In Europe serta memperkuat peran perusahaan lokal dalam pengadaan pertahanan nasional. (The Guardian/Z-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya