Donald Trump Jadi Target Utama Penembakan di White House Correspondents' Dinner

Thalatie K Yani
27/4/2026 04:12
Donald Trump Jadi Target Utama Penembakan di White House Correspondents' Dinner
Donald Trump(White House)

KEAMANAN nasional Amerika Serikat kembali terguncang setelah aksi penembakan pecah di tengah acara tahunan White House Correspondents' Dinner pada Sabtu malam. Jaksa Agung AS sementara, Todd Blanche, menyatakan Presiden Donald Trump beserta jajaran pejabat administrasinya merupakan target utama dari serangan tersebut.

Pelaku, yang diidentifikasi oleh media AS sebagai Cole Tomas Allen, 31, ditangkap oleh pihak kepolisian setelah melepaskan tembakan di dekat titik pemeriksaan keamanan hotel Washington Hilton. Meski motif pastinya masih didalami, temuan awal FBI menunjukkan adanya niat spesifik untuk menyerang para pejabat pemerintah.

Kronologi Kejadian: Kepanikan di Tengah Jamuan Formal

Insiden bermula sekitar pukul 20.35 waktu setempat di area lobi hotel, tepat satu lantai di atas ruang dansa tempat jamuan berlangsung. Saat suara tembakan menggema, tim pengamanan langsung melarikan Presiden Trump, Ibu Negara Melania Trump, dan Wakil Presiden JD Vance keluar dari ruangan menuju lokasi aman.

Pihak berwenang mengonfirmasi terjadi baku tembak antara petugas penegak hukum dan pelaku. Allen, yang membawa dua senjata api serta beberapa bilah pisau, berhasil dilumpuhkan tanpa menderita luka tembak, namun langsung dilarikan ke rumah sakit untuk pemeriksaan medis.

"Saya tidak bisa membayangkan ada profesi lain yang lebih berbahaya," ujar Trump kepada wartawan dalam pengarahan singkat tak lama setelah insiden tersebut.

Jejak Digital dan Manifesto Pelaku

Penyelidik kini tengah meninjau sejumlah tulisan milik tersangka yang mengisyaratkan kebencian mendalam. Trump sendiri mengungkapkan kepada Fox News bahwa keluarga tersangka mengetahui Allen sedang mengalami "kesulitan" dan meninggalkan sebuah manifesto.

Laporan menunjukkan bahwa seorang anggota keluarga Allen sempat memperingatkan polisi setelah menerima kiriman tulisan dari tersangka sebelum serangan terjadi, meskipun tulisan tersebut tidak secara spesifik menyebutkan acara jamuan makan malam tersebut.

Reaksi Dunia dan Dampak Keamanan

Dalam pernyataan resmi pada hari Minggu, Gedung Putih menegaskan bahwa Trump tetap "tidak gentar" setelah selamat dari upaya pembunuhan ketiga yang dialaminya. Serangan ini menyusul dua insiden serupa sebelumnya di Pennsylvania dan Florida pada tahun 2024.

Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer, mengecam keras serangan ini. "Setiap serangan terhadap institusi demokrasi atau kebebasan pers harus dikutuk sekeras-kerasnya," tegas Starmer.

Senada dengan Starmer, pemimpin dunia lainnya seperti PM Kanada Mark Carney dan PM Australia Anthony Albanese turut menyatakan kelegaan atas keselamatan para tamu undangan.

Atas insiden ini, Cole Tomas Allen akan didakwa di pengadilan federal pada hari Senin dengan tuduhan penyerangan terhadap pejabat federal dan penggunaan senjata api untuk tindak kekerasan. Seorang petugas keamanan yang terluka dalam kejadian ini dilaporkan telah keluar dari rumah sakit berkat perlindungan rompi anti peluru yang dikenakannya. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya