Washington Hilton, Lokasi Penembakan Trump yang Juga Saksi Bisu Insiden Ronald Reagan

Thalatie K Yani
26/4/2026 12:18
Washington Hilton, Lokasi Penembakan Trump yang Juga Saksi Bisu Insiden Ronald Reagan
Washington Hilton kembali menjadi sorotan setelah insiden penembakan Donald Trump. Hotel ini memiliki sejarah kelam sebagai lokasi percobaan pembunuhan Ronald Reagan pada 1981.(Washington Hilton)

INSIDEN penembakan yang menargetkan Donald Trump pada Sabtu (25/4) malam kembali membawa ingatan publik pada sejarah kelam Hotel Washington Hilton di Connecticut Avenue. Hotel mewah ini bukan pertama kalinya menjadi saksi bisu upaya pembunuhan terhadap pemimpin Amerika Serikat.

Pada 30 Maret 1981, lokasi yang sama menjadi tempat terjadinya peristiwa mengguncang dunia ketika Presiden Ronald Reagan ditembak dan terluka parah. Saat itu, pelaku bernama John Hinckley Jr. melepaskan tembakan ke arah Reagan yang baru saja selesai memberikan pidato dan hendak memasuki limusin kepresidenannya.

Detik-detik Penembakan Ronald Reagan

Meskipun Reagan selamat, ia mengalami luka serius. Sebuah peluru memantul dari sisi limusin dan menghantam tubuhnya, mematahkan tulang rusuk, serta merobek paru-parunya. Presiden ke-40 Amerika Serikat itu segera dilarikan ke Rumah Sakit Universitas George Washington untuk menjalani operasi darurat, sebelum akhirnya diperbolehkan pulang pada 11 April 1981.

Namun, Reagan bukan satu-satunya korban dalam tragedi tersebut. Sekretaris Pers Gedung Putih saat itu, James Brady, mengalami luka tembak di bagian kepala yang mengakibatkan kerusakan otak permanen. Brady harus hidup dengan cacat fisik seumur hidupnya. Komplikasi dari cedera tersebut terus menghantuinya hingga ia mengembuskan napas terakhir pada tahun 2014. Selain Brady, seorang agen Secret Service dan seorang petugas Departemen Kepolisian Metropolitan setempat juga turut menjadi korban luka dalam insiden itu.

Nasib Pelaku dan Jejak Sejarah

Satu tahun setelah kejadian, John Hinckley Jr. dinyatakan tidak bersalah oleh pengadilan dengan alasan gangguan jiwa (not guilty by reason of insanity). Ia kemudian ditempatkan di unit keamanan tinggi Rumah Sakit St. Elizabeth di Washington untuk menjalani perawatan psikiatri dalam waktu yang sangat lama. Hinckley baru dinyatakan bebas sepenuhnya dan dipulangkan pada tahun 2016.

Hingga saat ini, sebuah plakat peringatan masih terpasang di sisi luar Hotel Washington Hilton. Plakat tersebut menandai lokasi tepat di mana peluru-peluru Hinckley melesat, menjadi pengingat permanen bagi setiap pengunjung akan peristiwa berdarah yang hampir merenggut nyawa seorang Presiden Amerika Serikat. Kini, dengan terjadinya insiden serupa yang menyasar Donald Trump, Washington Hilton kembali mencatatkan lembaran kelam dalam sejarah keamanan domestik AS. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya