Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INSIDEN penembakan yang menargetkan Donald Trump pada Sabtu (25/4) malam kembali membawa ingatan publik pada sejarah kelam Hotel Washington Hilton di Connecticut Avenue. Hotel mewah ini bukan pertama kalinya menjadi saksi bisu upaya pembunuhan terhadap pemimpin Amerika Serikat.
Pada 30 Maret 1981, lokasi yang sama menjadi tempat terjadinya peristiwa mengguncang dunia ketika Presiden Ronald Reagan ditembak dan terluka parah. Saat itu, pelaku bernama John Hinckley Jr. melepaskan tembakan ke arah Reagan yang baru saja selesai memberikan pidato dan hendak memasuki limusin kepresidenannya.
Meskipun Reagan selamat, ia mengalami luka serius. Sebuah peluru memantul dari sisi limusin dan menghantam tubuhnya, mematahkan tulang rusuk, serta merobek paru-parunya. Presiden ke-40 Amerika Serikat itu segera dilarikan ke Rumah Sakit Universitas George Washington untuk menjalani operasi darurat, sebelum akhirnya diperbolehkan pulang pada 11 April 1981.
Namun, Reagan bukan satu-satunya korban dalam tragedi tersebut. Sekretaris Pers Gedung Putih saat itu, James Brady, mengalami luka tembak di bagian kepala yang mengakibatkan kerusakan otak permanen. Brady harus hidup dengan cacat fisik seumur hidupnya. Komplikasi dari cedera tersebut terus menghantuinya hingga ia mengembuskan napas terakhir pada tahun 2014. Selain Brady, seorang agen Secret Service dan seorang petugas Departemen Kepolisian Metropolitan setempat juga turut menjadi korban luka dalam insiden itu.
Satu tahun setelah kejadian, John Hinckley Jr. dinyatakan tidak bersalah oleh pengadilan dengan alasan gangguan jiwa (not guilty by reason of insanity). Ia kemudian ditempatkan di unit keamanan tinggi Rumah Sakit St. Elizabeth di Washington untuk menjalani perawatan psikiatri dalam waktu yang sangat lama. Hinckley baru dinyatakan bebas sepenuhnya dan dipulangkan pada tahun 2016.
Hingga saat ini, sebuah plakat peringatan masih terpasang di sisi luar Hotel Washington Hilton. Plakat tersebut menandai lokasi tepat di mana peluru-peluru Hinckley melesat, menjadi pengingat permanen bagi setiap pengunjung akan peristiwa berdarah yang hampir merenggut nyawa seorang Presiden Amerika Serikat. Kini, dengan terjadinya insiden serupa yang menyasar Donald Trump, Washington Hilton kembali mencatatkan lembaran kelam dalam sejarah keamanan domestik AS. (BBC/Z-2)
Hinckley, yang kini berusia 67 tahun, menembak Reagan dan tiga orang lainnya di depan sebuah hotel di Washington pada 30 Maret 1981.
Hinckley dibebaskan dengan syarat ketat pada 2016 dari sebuah rumah sakit psikiatri di Washington, tempat dia ditahan sejak upaya pembunuhan itu.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Donald Trump menyatakan King Charles III sejalan dalam mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Pernyataan disampaikan saat jamuan kenegaraan di AS.
Mantan Direktur FBI James Comey menghadapi dakwaan pidana atas dugaan ancaman terhadap Presiden Donald Trump lewat unggahan media sosial.
FCC memerintahkan peninjauan ulang lisensi siaran TV Disney menyusul desakan Presiden Donald Trump untuk memecat Jimmy Kimmel pasca insiden percobaan pembunuhan.
Gedung Putih mengunggah foto Raja Charles III dan Donald Trump dengan takarir "Dua Raja".
Raja Charles III dan Donald Trump melakukan pertukaran kado simbolis dalam kunjungan kenegaraan ke AS. Dari desain Resolute Desk hingga surat bersejarah John Adams.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved