Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AKSI Amerika Serikat mencegat tiga kapal tanker Iran di perairan Asia memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas distribusi energi global.
Insiden ini terjadi di jalur pelayaran strategis dekat Malaysia, India, dan Sri Lanka, kawasan yang selama ini menjadi bagian penting dalam rantai pasok energi dunia.
Tiga kapal yang dicegat adalah Deep Sea, Sevin, dan Dorena. Kapal Dorena disebut membawa muatan terbesar, mencapai 2 juta barel minyak mentah, sebelum berada di bawah pengawalan militer AS di Samudra Hindia.
Operasi ini menandai meluasnya ketegangan dari kawasan Selat Hormuz menuju perairan Asia yang lebih terbuka.
Komando Pusat AS atau United States Central Command mencatat puluhan kapal telah diminta mengubah rute sejak operasi dimulai.
“Militer AS mencari sasaran kapal-kapal Iran menjauh dari Selat Hormuz dan di perairan terbuka untuk menghindari risiko ranjau apung selama operasi,” ungkap sumber keamanan maritim, dikutip dari Turkiye Today.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa operasi tidak hanya dilakukan untuk menekan pergerakan kapal Iran, tetapi juga untuk mengurangi risiko keamanan di jalur laut internasional.
Namun, meluasnya operasi ini berpotensi menambah tekanan terhadap distribusi energi global. Jika gangguan terus terjadi di jalur utama Asia, arus pengiriman minyak mentah dunia bisa ikut terdampak. (Z-10)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Analisis mengungkap krisis Timur Tengah picu kerugian global US$1 triliun. Di sisi lain, perusahaan minyak raup laba besar di tengah kemiskinan dunia.
Emirat Arab resmi umumkan keluar dari OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei. Langkah strategis ini diambil di tengah krisis energi akibat konflik di Selat Hormuz.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved