Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Libanon menegaskan sikap keras dalam negosiasi perdamaian dengan Israel. Perdana Menteri Libanon, Nawaf Salam, menyatakan bahwa Beirut tidak akan menandatangani perjanjian apa pun kecuali mencakup poin penarikan penuh seluruh pasukan Israel dari wilayah kedaulatan Libanon.
Pernyataan tersebut dilaporkan oleh Washington Post pada Kamis (23/4), mengutip kekhawatiran mendalam Libanon terhadap upaya pembentukan zona penyangga permanen oleh pihak Israel.
"Kita tidak dapat hidup dengan kehadiran zona penyangga, kehadiran Israel saat pengungsi Libanon tidak diizinkan untuk kembali serta di mana desa dan kota yang hancur tidak dapat dibangun kembali," tegas Salam.
Senada dengan Perdana Menteri, Presiden Libanon Joseph Aoun awal pekan ini menekankan bahwa kesediaan Beirut untuk duduk di meja perundingan bukan merupakan tanda kelemahan atau kesiapan untuk memberikan konsesi wilayah. Menurut Aoun, langkah diplomasi ini diambil semata-mata untuk mencari solusi permanen atas konflik bersenjata yang berkepanjangan.
Ketegangan di lapangan sendiri tetap tinggi. Pada 15 April lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sempat mengumumkan niat militer untuk menghancurkan kota Bint Jbeil di Libanon selatan yang diklaim Israel sebagai benteng utama gerakan Hizbullah.
Di tengah situasi yang rapuh, Departemen Luar Negeri AS mengonfirmasi kepada RIA Novosti bahwa Libanon dan Israel dijadwalkan mengadakan putaran kedua pembicaraan diplomatik di Washington. Pertemuan ini akan dilakukan pada tingkat duta besar untuk menindaklanjuti poin-poin gencatan senjata dan tuntutan penarikan pasukan.
Hingga saat ini, keberhasilan negosiasi sangat bergantung pada kesediaan Israel untuk memenuhi syarat penarikan penuh yang diajukan Beirut, guna memungkinkan kembalinya ratusan ribu pengungsi ke wilayah selatan Libanon. (Sputnik/RIA Novosti/Ant/I-2)
Arab Saudi intensifkan diplomasi di Libanon melalui Perjanjian Taif untuk melucuti senjata Hizbullah di tengah goyahnya gencatan senjata Israel-Hizbullah.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
GUGURNYA prajurit TNI dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Libanon kembali memicu sorotan terhadap keberlanjutan penugasan pasukan Indonesia.
Gugurnya empat prajurit TNI di Libanon memicu desakan evaluasi misi UNIFIL. Analis militer soroti perubahan karakter konflik dan perlunya perlindungan maksimal.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer untuk menyerang target Hizbullah secara masif di Libanon meski gencatan senjata baru diperpanjang.
WAKIL Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya Praka Rico Pramudia, prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Libanon
Mesir mengutuk keras serangan udara Israel di Lebanon yang menewaskan 112 orang. Kairo sebut agresi ini upaya melemahkan de-eskalasi internasional.
Liga Arab menuntut Amerika Serikat memastikan Israel menghentikan serangan ke Libanon menyusul kesepakatan gencatan senjata sementara antara AS dan Iran.
Krisis Libanon 2026: UNICEF laporkan 700.000 pengungsi, termasuk 200.000 anak-anak. Angka kematian anak melonjak 25% dalam sepekan. Baca selengkapnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved