Libanon Dorong Gencatan Senjata Permanen dengan Israel

Andhika Prasetyo
18/4/2026 10:21
Libanon Dorong Gencatan Senjata Permanen dengan Israel
ilustrasi(Anadolu)

Upaya meredakan konflik Timur Tengah terus berlanjut, dengan Libanon mendorong tercapainya gencatan senjata permanen guna memulihkan stabilitas kawasan. Menteri Luar Negeri Lebanon, Youssef Raggi, menyatakan bahwa negaranya tengah mengupayakan kesepakatan damai jangka panjang dengan Israel melalui jalur negosiasi.

Dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Portugal, Paulo Rangel, di Beirut, Raggi menjelaskan bahwa gencatan senjata permanen bertujuan memastikan penarikan pasukan Israel, memperluas otoritas negara di seluruh wilayah Libanon, serta menegaskan kendali penuh negara atas persenjataan.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan internasional, khususnya dari negara-negara Eropa, guna memperkuat kapasitas militer Libanon dalam menjaga keamanan dan stabilitas.

Rangel menyatakan dukungan penuh Portugal terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon, serta menyambut baik langkah gencatan senjata dan proses diplomasi yang ditempuh. Menurutnya, momentum ini dapat menjadi peluang untuk mencapai solusi komprehensif yang berkelanjutan dan mengakhiri konflik berkepanjangan.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan gencatan senjata selama 10 hari antara Libanon dan Israel.

Konflik yang telah berlangsung sejak Oktober 2023 itu telah menimbulkan korban besar. Data resmi pemerintah menyebutkan lebih dari 2.196 orang tewas dan 7.185 lainnya luka-luka, serta lebih dari satu juta warga mengungsi.

Meski sempat diumumkan gencatan senjata pada November tahun berikutnya, pelanggaran dilaporkan terus terjadi, bahkan serangan kembali meningkat sejak awal Maret. Selain operasi militer, Israel juga dilaporkan masih menduduki sebagian wilayah Lebanon selatan, yang menjadi salah satu isu utama dalam negosiasi menuju perdamaian permanen. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya