Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian di Libanon yang menewaskan prajurit TNI dinilai sebagai titik kritis bagi Indonesia untuk meninjau ulang keterlibatannya dalam misi internasional. Pengamat hubungan internasional dari Universitas Padjajaran Teuku Rezasyah menilai, insiden itu tidak bisa dianggap sebagai risiko biasa dalam operasi penjaga perdamaian.
Menurutnya, insiden yang menewaskan prajurit Indonesia harus menjadi momentum bagi pemerintah dan DPR untuk mengevaluasi secara menyeluruh keterlibatan dalam misi perdamaian, khususnya dalam kerangka United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
"Wafatnya anggota TNI dalam aksi biadab Israel ini, dan sepengetahuan Amerika Serikat. hendaknya menyadarkan pemerintah dan rakyat Indonesia, serta DPR RI, untuk secara sungguh-sungguh mengevaluasi seluruh aspek keterlibatan pasukan perdamaian dalam kerangka UNIFIL," tuturnya saat dihubungi, Selasa (7/4).
Teuku juga menilai serangan terhadap pos UNIFIL mencerminkan pelanggaran serius terhadap hukum internasional sekaligus melemahkan kredibilitas PBB. "Penyerangan Israel atas pos UNIFIL adalah aksi yang sangat merendahkan Hukum Internasional dan kredibilitas PBB," ujarnya.
Secara teknis, lanjutnya, militer Zionis Israel yang didukung sistem komunikasi dan penginderaan canggih dari Amerika Serikat, seharusnya mampu mengidentifikasi posisi pasukan penjaga perdamaian dengan akurat. Karena itu, serangan tersebut dinilai tidak bisa dianggap sebagai kesalahan semata.
"Sesungguhnya, Israel yang didukung Amerika Serikat dengan perangkat komunikasi dan penginderaan jauh tentunya telah memiliki gambaran yang sangat rinci. Sehingga tidak dengan mudahnya menyasar pos-pos UNIFIL," katanya.
Ia juga menyoroti faktor internal militer Zionis Israel, yang disebut kini banyak mengandalkan personel muda dari Generasi Alfa. Kondisi ini dinilai berpotensi memicu penyimpangan prosedur di lapangan, terlebih di tengah tekanan konflik berkepanjangan di Timur Tengah.
Teuku menilai, semakin lama konflik berlangsung, terutama dengan Iran, akan memperbesar tekanan psikologis prajurit Zionis Israel, yang bisa berdampak pada tindakan ceroboh hingga pelanggaran prosedur militer.
Dalam konteks itu, Indonesia dinilai perlu memperkuat koordinasi dengan PBB dan UNIFIL untuk mengevaluasi sistem pengamanan dan manajemen misi, baik dalam jangka pendek maupun panjang. Teuku menuturkan, batas toleransi risiko tidak bisa ditentukan sepihak, melainkan harus melalui keputusan politik antara pemerintah dan DPR.
"Toleransi risiko hanya bisa diputuskan dari hasil rapat DPR dengan pemerintah. Setidaknya pengalaman dengan UNIFIL ini dapat memaksa RI mengkaji ulang keikutsertaannya dalam BoP, termasuk pelibatan prajurit TNI dalam seluruh kerangka International Stabilization Force," pungkasnya. (E-3)
Arab Saudi intensifkan diplomasi di Libanon melalui Perjanjian Taif untuk melucuti senjata Hizbullah di tengah goyahnya gencatan senjata Israel-Hizbullah.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
GUGURNYA prajurit TNI dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Libanon kembali memicu sorotan terhadap keberlanjutan penugasan pasukan Indonesia.
Gugurnya empat prajurit TNI di Libanon memicu desakan evaluasi misi UNIFIL. Analis militer soroti perubahan karakter konflik dan perlunya perlindungan maksimal.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer untuk menyerang target Hizbullah secara masif di Libanon meski gencatan senjata baru diperpanjang.
WAKIL Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya Praka Rico Pramudia, prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Libanon
Upaya meredakan konflik Timur Tengah terus berlanjut, dengan Lebanon mendorong tercapainya gencatan senjata permanen guna memulihkan stabilitas kawasan.
Umar menyampaikan bahwa Indonesia mengajak seluruh pihak untuk memastikan keselamatan, keamanan, dan penghormatan terhadap para penjaga perdamaian yang masih bertugas.
DPR RI mendesak investigasi menyeluruh atas gugurnya prajurit TNI dalam serangan misil di markas pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) di Libanon
Prajurit TNI gugur dalam serangan artileri di Libanon saat misi UNIFIL. Pemerintah Indonesia mengutuk keras insiden tersebut dan mendesak investigasi transparan.
Kedubes Iran menyampaikan belasungkawa mendalam kepada Pemerintah dan rakyat Indonesia atas tewasnya seorang prajurit penjaga perdamaian Indonesia unifil yang bertugas di Lebanon
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved