Serangan ke Iran Dinilai Merusak Reputasi AS di Mata Internasional, Termasuk di Indonesia

Media Indonesia
17/4/2026 23:58
Serangan ke Iran Dinilai Merusak Reputasi AS di Mata Internasional, Termasuk di Indonesia
Ilustrasi(Dok AFP)

AGRESI militer yang dilakukan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran disebut telah memberikan dampak serius terhadap citra negara tersebut di mata internasional. Hal ini dilaporkan oleh Politico pada Jumat (17/4), berdasarkan dokumen kawat diplomatik dari Departemen Luar Negeri AS yang berhasil diperoleh media tersebut.

Dalam laporan itu dijelaskan bahwa penurunan reputasi Washington terlihat di sejumlah negara mayoritas Muslim, termasuk Indonesia, Azerbaijan, dan Bahrain. Evaluasi tersebut menunjukkan adanya perubahan persepsi publik yang signifikan di kawasan-kawasan tersebut.

Sejumlah laporan dalam dokumen itu juga mencatat meningkatnya sentimen anti-Amerika secara mendadak. Selain itu, terdapat kekhawatiran bahwa kondisi ini dapat memperburuk hubungan bilateral antara AS dan negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim.

Dokumen lain bahkan menyebutkan adanya risiko menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat maupun pemerintah di ketiga negara tersebut terhadap Washington.

Menanggapi situasi tersebut, beberapa perwakilan diplomatik AS dikabarkan meminta kelonggaran dari Gedung Putih agar dapat lebih aktif menghadapi narasi negatif yang berkembang di media, baik konvensional maupun digital, sebagaimana dilaporkan Politico.

Dalam kawat diplomatik dari Kedutaan Besar AS di Jakarta, disebutkan bahwa kedutaan membutuhkan fleksibilitas lebih dalam penggunaan media sosial agar dapat bertindak lebih cepat, adaptif, dan proaktif dalam menghadapi tantangan komunikasi di ruang digital yang semakin padat.

Namun demikian, para perwakilan tersebut disebut mendapat arahan dari pemerintahan Presiden Donald Trump untuk tidak membuat konten sendiri terkait isu konflik dengan Iran.

Sebaliknya, mereka hanya diperbolehkan membagikan konten atau narasi resmi yang berasal dari Gedung Putih atau Departemen Luar Negeri AS yang telah disetujui, menurut laporan Politico yang mengutip para diplomat AS serta dokumen tambahan.

Dari sisi perkembangan konflik, pada 28 Februari AS bersama Israel disebut melancarkan serangan gabungan ke sejumlah target di Iran, termasuk wilayah Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur serta menimbulkan korban jiwa.

Kemudian pada 11 April, AS dan Iran menggelar putaran pertama negosiasi di Islamabad, Pakistan. Pertemuan ini berlangsung setelah Presiden Trump menyatakan telah mencapai kesepakatan dengan Teheran terkait gencatan senjata selama dua pekan.

Namun sehari setelahnya, Wakil Presiden AS JD Vance menyampaikan bahwa kedua pihak belum berhasil mencapai kesepakatan dalam perundingan tersebut.

Sementara itu, pada Kamis (16/4), Donald Trump menyebut bahwa tahap lanjutan dari negosiasi antara Washington dan Teheran kemungkinan dapat dilakukan paling cepat pada akhir pekan berikutnya. (Ant/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya