Setelah Gencatan Senjata, Iran Nyatakan Selat Hormuz Sepenuhnya Terbuka untuk Kapal Komersil

Media Indonesia
17/4/2026 21:32
Setelah Gencatan Senjata, Iran Nyatakan Selat Hormuz Sepenuhnya Terbuka untuk Kapal Komersil
Kapal India ‘Nanda Devi’ yang mengangkut gas petroleum cair (LPG) tiba di Pelabuhan Vadinar di distrik Jamnagar, negara bagian Gujarat, pada 17 Maret 2026 setelah Iran mengizinkannya melintasi Selat Hormuz, koridor energi utama yang masih terganggu akibat(AFP)

MENTERI Luar Negeri Iran mengatakan Selat Hormuz kini sepenuhnya terbuka bagi kapal-kapal komersial, sejalan dengan gencatan senjata di Libanon, Jumat (17/4).

Namun, blokade laut AS terhadap kapal-kapal dan pelabuhan Iran “akan tetap berlaku sepenuhnya” hingga tercapai kesepakatan untuk mengakhiri perang, kata Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Demikian dikutip dari CNA, Jumat (17/4).

Perkembangan ini terjadi setelah pengumuman gencatan senjata selama 10 hari antara Libanon dan Israel, yang tampaknya masih berlaku, menambah optimisme bahwa perang di Iran mungkin mendekati akhir. semua kapal komersial

Trump Sebut NATO Macan Kertas

Dalam postingan terbaru di Truth Social, Presiden AS Trump kembali mengkritik NATO, menegaskan bahwa NATO hanyalah “macan kertas”.

“Sekarang setelah situasi Selat Hormuz berakhir, saya menerima telepon dari NATO yang menanyakan apakah kami membutuhkan bantuan,” katanya.

“Mereka tidak berguna saat dibutuhkan, seekor Macan Kertas!”

Trump tidak menyembunyikan ketidakpuasannya terhadap NATO, meluapkan kekesalannya awal bulan ini atas ketidakmauan aliansi tersebut untuk terlibat dalam perang melawan Iran yang dilancarkannya bersama Israel.

Dia mengatakan NATO tidak ada saat dibutuhkan dan tidak akan ada di sana jika kita membutuhkannya lagi. Sementara itu, Trump mengucapkan terima kasih kepada Arab Saudi, UEA, dan Qatar atas “keberanian besar” dan bantuan mereka.

Presiden Prancis Macron Sambut Baik Iran Buka Selat Hormuz 

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyambut baik langkah Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, menyebutnya sebagai langkah “ke arah yang benar” di tengah gencatan senjata yang berlaku di kawasan tersebut.

Berbicara di Paris, Macron mengatakan pembukaan kembali tersebut harus dipertahankan dan diperluas, seraya mendesak semua pihak untuk memastikan pemulihan “segera, tanpa syarat, dan sepenuhnya” atas kebebasan berlayar melalui jalur air yang krusial tersebut. Ia menekankan perlunya kembali ke kondisi sebelum perang dan menegakkan hukum internasional yang mengatur kebebasan navigasi.

Ia juga memperingatkan terhadap upaya apa pun untuk memberlakukan pembatasan akses ke selat tersebut, termasuk sistem tol atau pengaturan yang secara efektif dapat “mempribadikan” rute tersebut.  (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya