Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah meningkatnya ketegangan akibat blokade Selat Hormuz oleh Amerika Serikat, Indonesia menyerukan agar semua pihak menahan diri dan kembali ke meja perundingan. Kementerian Luar Negeri RI menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan wilayah dan hukum internasional sebagai solusi utama dalam menyelesaikan konflik antara Washington dan Teheran yang sempat buntu di Islamabad.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, menyatakan bahwa proses negosiasi yang telah berlangsung merupakan langkah awal yang positif dan perlu dilanjutkan.
“Indonesia menyesalkan belum tercapainya kesepakatan dalam perundingan antara AS dan Iran, terlepas dari kerja keras yang dilakukan oleh Pakistan dalam memfasilitasi dialog antara kedua pihak. Namun demikian, Indonesia memandang perundingan tersebut merupakan langkah awal yang tepat dan sangat penting, sehingga harus dilanjutkan,” kata Yvonne di Jakarta, Kamis.
Indonesia juga mendesak semua pihak yang terlibat untuk menahan diri guna mencegah meluasnya dampak konflik terhadap stabilitas dan perdamaian dunia.
Selain itu, Indonesia menegaskan pentingnya mengedepankan dialog dan diplomasi dalam penyelesaian konflik internasional.
Dalam upaya tersebut, Indonesia menyerukan agar seluruh pihak menghormati kedaulatan dan integritas wilayah, serta mematuhi hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
“Indonesia juga menyatakan kembali komitmen untuk terus mendukung upaya-upaya diplomasi yang dilakukan terkait isu konflik ini,” ujar Yvonne.
Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran telah menggelar negosiasi putaran pertama di Islamabad, Pakistan, setelah Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata sementara selama dua pekan.
Namun, Wakil Presiden AS, J. D. Vance, yang memimpin delegasi, menyatakan perundingan berakhir tanpa kesepakatan dan delegasi AS kembali tanpa hasil.
Pasca perundingan, ketegangan meningkat setelah langkah Amerika Serikat memblokade Selat Hormuz.
Pemerintah AS juga meminta Angkatan Laut untuk mengejar dan mencegat kapal-kapal yang membayar untuk melintasi jalur tersebut.
Meski demikian, Presiden Trump menyebut putaran berikutnya negosiasi antara Washington dan Teheran berpotensi kembali digelar di Pakistan dalam waktu dekat. (Ant/I-1)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved