Indonesia Desak AS-Iran Lanjutkan Perundingan Damai Usai Kegagalan Dialog di Islamabad

Irvan Sihombing
16/4/2026 20:35
Indonesia Desak AS-Iran Lanjutkan Perundingan Damai Usai Kegagalan Dialog di Islamabad
Pelabuhan Bandar Abbas, dekat Selat Hormuz, Hormozgan, Iran, Kamis (19/2/2026).(Iranian Navy/Joint Military Exercise)

DI tengah meningkatnya ketegangan akibat blokade Selat Hormuz oleh Amerika Serikat, Indonesia menyerukan agar semua pihak menahan diri dan kembali ke meja perundingan. Kementerian Luar Negeri RI menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan wilayah dan hukum internasional sebagai solusi utama dalam menyelesaikan konflik antara Washington dan Teheran yang sempat buntu di Islamabad.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, menyatakan bahwa proses negosiasi yang telah berlangsung merupakan langkah awal yang positif dan perlu dilanjutkan.

“Indonesia menyesalkan belum tercapainya kesepakatan dalam perundingan antara AS dan Iran, terlepas dari kerja keras yang dilakukan oleh Pakistan dalam memfasilitasi dialog antara kedua pihak. Namun demikian, Indonesia memandang perundingan tersebut merupakan langkah awal yang tepat dan sangat penting, sehingga harus dilanjutkan,” kata Yvonne di Jakarta, Kamis.

Indonesia juga mendesak semua pihak yang terlibat untuk menahan diri guna mencegah meluasnya dampak konflik terhadap stabilitas dan perdamaian dunia.

Selain itu, Indonesia menegaskan pentingnya mengedepankan dialog dan diplomasi dalam penyelesaian konflik internasional.

Dalam upaya tersebut, Indonesia menyerukan agar seluruh pihak menghormati kedaulatan dan integritas wilayah, serta mematuhi hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Indonesia juga menyatakan kembali komitmen untuk terus mendukung upaya-upaya diplomasi yang dilakukan terkait isu konflik ini,” ujar Yvonne.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran telah menggelar negosiasi putaran pertama di Islamabad, Pakistan, setelah Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata sementara selama dua pekan.

Namun, Wakil Presiden AS, J. D. Vance, yang memimpin delegasi, menyatakan perundingan berakhir tanpa kesepakatan dan delegasi AS kembali tanpa hasil.

Ketegangan Berlanjut di Selat Hormuz

Pasca perundingan, ketegangan meningkat setelah langkah Amerika Serikat memblokade Selat Hormuz.

Pemerintah AS juga meminta Angkatan Laut untuk mengejar dan mencegat kapal-kapal yang membayar untuk melintasi jalur tersebut.

Meski demikian, Presiden Trump menyebut putaran berikutnya negosiasi antara Washington dan Teheran berpotensi kembali digelar di Pakistan dalam waktu dekat. (Ant/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya