Iran Ancam Lumpuhkan Rute Ekspor-Impor Teluk Persia Jika Blokade AS Berlanjut

 Gana Buana
15/4/2026 22:26
Iran Ancam Lumpuhkan Rute Ekspor-Impor Teluk Persia Jika Blokade AS Berlanjut
Kawasan teluk persia.(Dok. Midle east eye)

IRAN melontarkan ancaman keras kepada Amerika Serikat. Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya (KCHQ), Rabu, menyatakan siap menutup arus ekspor dan impor di kawasan Teluk Persia, Laut Oman, hingga Laut Merah jika Washington terus melanjutkan blokade maritim terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Komandan KCHQ Mayor Jenderal Ali Abdollahi menegaskan, tindakan blokade laut yang dilakukan AS bukan hanya ilegal, tetapi juga dinilai mengganggu keamanan kapal dagang dan tanker minyak Iran. Pernyataan itu disiarkan Kantor Berita Fars.

Menurut Abdollahi, bila tekanan maritim tersebut tidak dihentikan, Iran akan menganggap langkah AS sebagai awal pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang berlaku.

Ia juga menegaskan bahwa militer Iran tidak akan tinggal diam. Jika blokade terus berlanjut, kata dia, angkatan bersenjata Iran tidak akan membiarkan aktivitas ekspor maupun impor tetap bergerak bebas di jalur perairan strategis kawasan.

Ancaman itu menyasar tiga titik vital pelayaran, Teluk Persia, Laut Oman, dan Laut Merah, koridor laut yang selama ini menjadi jalur penting perdagangan dan distribusi energi dunia.

Situasi memanas setelah sejak Senin (13/4), AS memberlakukan blokade angkatan laut di sekitar pelabuhan Iran. Langkah tersebut diambil usai pembicaraan langsung antara kedua pihak di Islamabad, Pakistan, pada akhir pekan lalu berujung tanpa kesepakatan.

Ketegangan antara kedua negara sebelumnya sudah lebih dulu meningkat. Pada 28 Februari, AS bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk Teheran, yang menyebabkan kerusakan serta korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah, yang disebutnya sebagai tindakan pertahanan diri.

Otoritas Iran mengklaim lebih dari 3.300 orang tewas sejak operasi militer gabungan AS-Israel dimulai. (Anadolu/Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya