Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
IRAN melontarkan ancaman keras kepada Amerika Serikat. Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya (KCHQ), Rabu, menyatakan siap menutup arus ekspor dan impor di kawasan Teluk Persia, Laut Oman, hingga Laut Merah jika Washington terus melanjutkan blokade maritim terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Komandan KCHQ Mayor Jenderal Ali Abdollahi menegaskan, tindakan blokade laut yang dilakukan AS bukan hanya ilegal, tetapi juga dinilai mengganggu keamanan kapal dagang dan tanker minyak Iran. Pernyataan itu disiarkan Kantor Berita Fars.
Menurut Abdollahi, bila tekanan maritim tersebut tidak dihentikan, Iran akan menganggap langkah AS sebagai awal pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang berlaku.
Ia juga menegaskan bahwa militer Iran tidak akan tinggal diam. Jika blokade terus berlanjut, kata dia, angkatan bersenjata Iran tidak akan membiarkan aktivitas ekspor maupun impor tetap bergerak bebas di jalur perairan strategis kawasan.
Ancaman itu menyasar tiga titik vital pelayaran, Teluk Persia, Laut Oman, dan Laut Merah, koridor laut yang selama ini menjadi jalur penting perdagangan dan distribusi energi dunia.
Situasi memanas setelah sejak Senin (13/4), AS memberlakukan blokade angkatan laut di sekitar pelabuhan Iran. Langkah tersebut diambil usai pembicaraan langsung antara kedua pihak di Islamabad, Pakistan, pada akhir pekan lalu berujung tanpa kesepakatan.
Ketegangan antara kedua negara sebelumnya sudah lebih dulu meningkat. Pada 28 Februari, AS bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk Teheran, yang menyebabkan kerusakan serta korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah, yang disebutnya sebagai tindakan pertahanan diri.
Otoritas Iran mengklaim lebih dari 3.300 orang tewas sejak operasi militer gabungan AS-Israel dimulai. (Anadolu/Z-10)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved