Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan potensi terganggunya stabilitas ekonomi global akibat konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang hingga kini belum mereda. Ia menilai, perang di kawasan Timur Tengah tidak hanya berdampak regional, tetapi juga memukul perekonomian dunia secara luas.
“Sebab kalau perang masih begini di Timur Tengah, semua negara kena, ekonomi akan berantakan di seluruh dunia,” ujar SBY dalam acara Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), dikutip dari siaran YouTube FPCI, Rabu (15/4).
SBY berharap upaya diplomasi yang tengah berlangsung antara delegasi AS dan Iran di Islamabad, Pakistan, dapat menghasilkan kesepakatan damai. Menurutnya, jalur perundingan menjadi kunci untuk menghentikan eskalasi konflik yang berpotensi meluas.
“Mudah-mudahan yang sekarang berlangsung di Islamabad, Pakistan, antara delegasi Amerika dan delegasi Iran itu bisa menghasilkan kesepakatan, deal to end the war,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan, jika konflik tidak segera dihentikan, dunia berisiko menghadapi krisis ekonomi global seperti yang pernah terjadi pada 2008. Kekhawatiran itu muncul seiring dampak lanjutan dari konflik di kawasan, termasuk lonjakan harga minyak dunia akibat terganggunya jalur distribusi energi.
Selain itu, SBY menilai kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena akan memperparah ketidakpastian global. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya sikap kompromi dari kedua belah pihak demi mencapai kesepakatan.
“Tidak ada resep ajaib untuk sebuah kesepakatan. Perlu ada take and give, kompromi, dan kesediaan masing-masing pihak untuk mundur satu langkah,” tegasnya.
Ia pun berharap, baik Amerika Serikat maupun Iran dapat memanfaatkan momentum perundingan di Islamabad untuk meredakan ketegangan dan mengembalikan stabilitas internasional. (Dev/P-3)
IHSG ditutup melemah 0,48% ke level 7.072,39 pada Selasa (28/4/2026) akibat ketidakpastian konflik AS-Iran dan penantian hasil rapat FOMC The Fed.
Ketegangan AS-Iran memuncak. Teheran tegaskan Selat Hormuz tetap tertutup akibat blokade laut AS, sementara dua kapal kargo dilaporkan disita oleh pasukan Iran.
AS sita kapal kargo Iran di tengah blokade Selat Hormuz. Meski situasi memanas, sinyal perundingan damai di Pakistan mulai menguat. Akankah Iran hadir?
Presiden AS Donald Trump mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik dan jembatan Iran jika Teheran menolak kesepakatan baru dari Washington.
Kondisi itu memperkuat kekhawatiran akan pecahnya kembali peperangan seiring dengan berakhirnya masa gencatan senjata pada Rabu mendatang.
Menurutnya, krisis tersebut dipicu oleh AS yang dinilai semakin unilateral dan berbasis kekuatan, dengan tujuan mempertahankan dominasi global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved