Donald Trump Kejar Kesepakatan Besar dengan Iran, Tolak Perjanjian Terbatas

Irvan Sihombing
15/4/2026 15:58
Donald Trump Kejar Kesepakatan Besar dengan Iran, Tolak Perjanjian Terbatas
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance.(Anadolu )

WAKIL Presiden Amerika Serikat J.D. Vance menegaskan bahwa pemerintahan Donald Trump tidak tertarik pada "kesepakatan kecil" dalam negosiasi dengan Iran. Berbicara di Georgia, Selasa (14/4), Vance menyatakan bahwa AS kini mengejar kesepakatan menyeluruh yang akan memperlakukan Iran sebagai "negara normal" secara ekonomi, asalkan Teheran bersedia menghentikan ambisi senjata nuklirnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Vance saat berbicara dalam sebuah acara di negara bagian Georgia pada Selasa (14/4). Ia menggambarkan negosiasi yang berlangsung sebagai bagian dari strategi yang lebih luas, seiring dengan gencatan senjata yang telah berjalan hampir sepekan.

"Yang menarik tentang ini adalah kita memiliki gencatan senjata yang sudah berjalan, saya pikir enam atau tujuh hari sekarang. Gencatan senjata itu masih bertahan," kata Vance.

Trump Tolak “Kesepakatan Kecil”

Vance menegaskan bahwa Donald Trump tidak menginginkan kesepakatan terbatas dengan Iran, melainkan perjanjian besar yang mencakup normalisasi hubungan secara lebih luas.

"Dia (Trump) ingin membuat kesepakatan besar dan pada dasarnya apa yang dia tawarkan kepada Iran sangat sederhana. Dia mengatakan bahwa 'jika Iran bersedia bertindak seperti negara normal, maka kami bersedia memperlakukan Iran secara ekonomi seperti negara normal'. Trump tidak menginginkan kesepakatan kecil," jelasnya.

Negosiasi di Islamabad Belum Capai Hasil

Upaya diplomasi terbaru antara Amerika Serikat dan Iran sebelumnya berlangsung di Islamabad, Pakistan, pada akhir pekan lalu. Namun, perundingan tersebut belum menghasilkan kesepakatan.

Pembicaraan ini merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk menghentikan konflik yang melibatkan serangan AS dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari, yang dilaporkan menewaskan lebih dari 3.300 orang, sebelum akhirnya tercapai kesepakatan gencatan senjata.

Vance mengakui bahwa salah satu hambatan utama dalam negosiasi adalah tuntutan pemerintahan Trump agar Iran tidak memiliki senjata nuklir.

"Presiden (Trump) benar-benar menginginkan kesepakatan di mana Iran tidak memiliki senjata nuklir," tegasnya.

Ketegangan Nuklir dan Ketidakpercayaan Masih Jadi Tantangan

Amerika Serikat dan Israel menuduh Iran mengembangkan program nuklir dan rudal yang mengancam stabilitas kawasan. Namun, Teheran menegaskan bahwa program tersebut bersifat damai dan membantah upaya pengembangan senjata nuklir.

Meski demikian, Vance menyatakan bahwa negosiasi akan terus berlanjut dan tetap menunjukkan optimisme terhadap hasil akhir.

"Kami akan terus bernegosiasi. Ini akan sangat baik bagi dunia, negara kami, dan semua pihak," katanya.

Sementara itu, Donald Trump juga menyampaikan optimisme bahwa pembicaraan langsung dengan Iran dapat segera dilanjutkan, bahkan dalam waktu dekat di Pakistan.

Vance turut mengakui bahwa tingkat ketidakpercayaan antara kedua pihak masih tinggi.

"Anda tidak bisa menyelesaikan masalah itu dalam semalam, tetapi kami bernegosiasi dengan itikad baik dan akan terus melakukannya," ujar Vance. (Ant/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya