Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Presiden Amerika Serikat J.D. Vance menegaskan bahwa pemerintahan Donald Trump tidak tertarik pada "kesepakatan kecil" dalam negosiasi dengan Iran. Berbicara di Georgia, Selasa (14/4), Vance menyatakan bahwa AS kini mengejar kesepakatan menyeluruh yang akan memperlakukan Iran sebagai "negara normal" secara ekonomi, asalkan Teheran bersedia menghentikan ambisi senjata nuklirnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Vance saat berbicara dalam sebuah acara di negara bagian Georgia pada Selasa (14/4). Ia menggambarkan negosiasi yang berlangsung sebagai bagian dari strategi yang lebih luas, seiring dengan gencatan senjata yang telah berjalan hampir sepekan.
"Yang menarik tentang ini adalah kita memiliki gencatan senjata yang sudah berjalan, saya pikir enam atau tujuh hari sekarang. Gencatan senjata itu masih bertahan," kata Vance.
Vance menegaskan bahwa Donald Trump tidak menginginkan kesepakatan terbatas dengan Iran, melainkan perjanjian besar yang mencakup normalisasi hubungan secara lebih luas.
"Dia (Trump) ingin membuat kesepakatan besar dan pada dasarnya apa yang dia tawarkan kepada Iran sangat sederhana. Dia mengatakan bahwa 'jika Iran bersedia bertindak seperti negara normal, maka kami bersedia memperlakukan Iran secara ekonomi seperti negara normal'. Trump tidak menginginkan kesepakatan kecil," jelasnya.
Upaya diplomasi terbaru antara Amerika Serikat dan Iran sebelumnya berlangsung di Islamabad, Pakistan, pada akhir pekan lalu. Namun, perundingan tersebut belum menghasilkan kesepakatan.
Pembicaraan ini merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk menghentikan konflik yang melibatkan serangan AS dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari, yang dilaporkan menewaskan lebih dari 3.300 orang, sebelum akhirnya tercapai kesepakatan gencatan senjata.
Vance mengakui bahwa salah satu hambatan utama dalam negosiasi adalah tuntutan pemerintahan Trump agar Iran tidak memiliki senjata nuklir.
"Presiden (Trump) benar-benar menginginkan kesepakatan di mana Iran tidak memiliki senjata nuklir," tegasnya.
Amerika Serikat dan Israel menuduh Iran mengembangkan program nuklir dan rudal yang mengancam stabilitas kawasan. Namun, Teheran menegaskan bahwa program tersebut bersifat damai dan membantah upaya pengembangan senjata nuklir.
Meski demikian, Vance menyatakan bahwa negosiasi akan terus berlanjut dan tetap menunjukkan optimisme terhadap hasil akhir.
"Kami akan terus bernegosiasi. Ini akan sangat baik bagi dunia, negara kami, dan semua pihak," katanya.
Sementara itu, Donald Trump juga menyampaikan optimisme bahwa pembicaraan langsung dengan Iran dapat segera dilanjutkan, bahkan dalam waktu dekat di Pakistan.
Vance turut mengakui bahwa tingkat ketidakpercayaan antara kedua pihak masih tinggi.
"Anda tidak bisa menyelesaikan masalah itu dalam semalam, tetapi kami bernegosiasi dengan itikad baik dan akan terus melakukannya," ujar Vance. (Ant/I-1)
SEORANG anggota parlemen senior Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak akan kembali ke kondisi seperti sebelum konflik berlangsung.
MENTERI Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dilaporkan telah meninggalkan Islamabad, Pakistan, dan melanjutkan kunjungannya ke Moskow, Rusia, pada Minggu (26/4).
MENTERI Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dijadwalkan tetap melanjutkan kunjungannya ke Pakistan pada Minggu (26/4).
PROSPEK tercapainya terobosan diplomatik dalam konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran kian memudar.
PROSPEK perundingan antara Iran dan Amerika Serikat makin tidak menentu. Iran enggan melanjutkan perundingan karena AS memperkeruh situasi dengan penyitaan kapal.
PRESIDEN Donald Trump menyatakan bahwa proses negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran masih terus berlangsung dan menunjukkan kemajuan positif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved