Krisis Helium Global akibat Perang AS-Iran, Industri apa yang Terdampak?

Wisnu Arto Subari
15/4/2026 06:31
Krisis Helium Global akibat Perang AS-Iran, Industri apa yang Terdampak?
Pabrik LNG di Qatar.(Al Jazeera)

HELIUM mengalami kekurangan pasokan karena perang Iran. Kekurangan ini bahkan dapat berlanjut jika AS dan Iran mencapai gencatan senjata lebih stabil dan pengiriman melalui Selat Hormuz dilanjutkan.

Kerusakan pada infrastruktur gas alam penting di Qatar menyebabkan perebutan helium yang lebih lama. Helium adalah produk sampingan dari produksi gas alam. Gas ini sangat penting untuk banyak produk teknologi, mulai dari cip semikonduktor hingga mesin MRI di rumah sakit.

Saham-saham anjlok pada Senin (13/4) karena blokade Selat Hormuz oleh Presiden Donald Trump setelah pembicaraan damai di Pakistan gagal pada akhir pekan.

Dalam catatan kepada klien, para ahli strategi Pavilion Global menulis bahwa kerusakan pada QatarEnergy LNG, yang sebelumnya bernama Qatargas, perusahaan gas alam cair, mengurangi sekitar sepertiga pasokan helium global dari pasar. 

Perkiraan saat itu menunjukkan bahwa perbaikan fasilitas gas tersebut dapat memakan waktu lima tahun.

AS adalah produsen helium terbesar, tetapi sudah beroperasi pada kapasitas maksimum. Rusia sebagai produsen terbesar kedua. 

Ukraina telah merusak salah satu pabrik produksi helium Rusia dan sanksi ekonomi terhadap Rusia mencegah perusahaan-perusahaan Eropa dan AS untuk membeli heliumnya. Demikian catatan para ahli strategi.

Pavilion Global melihat tidak ada jalan keluar dari kekurangan tersebut tanpa pasokan dari Rusia. Namun bagi investor, perusahaan gas Rusia mungkin tidak terjangkau. Cara untuk mendapatkan keuntungan dari lebih banyak helium Rusia yang masuk ke pasar ialah melalui perusahaan yang membuat atau menjual tangki penyimpanan atau yang mendistribusikan helium.

Perusahaan-perusahaan tersebut termasuk perusahaan AS Linde, yang memiliki penyimpanan dan distribusi helium, dan Air Products dan Chart Industries yang terkait dengan kontainer kriogenik atau pengiriman. Air Water Jepang, yang memiliki kontainer kriogenik, juga dapat memperoleh keuntungan, menurut para ahli strategi.

Pilihan investasi lain yaitu distributor Asia yang mungkin membeli helium Rusia dan dapat membelinya dengan harga lebih rendah daripada helium AS lalu menjualnya kepada pembeli Asia dengan harga lebih tinggi. Itu termasuk distributor seperti pemasok helium Jepang Iwatani, distributor Jepang Nippon Sanso, dan Hyosung Korea Selatan.

Para analis Pavilion Global agak lebih waspada terhadap rencana peningkatan produksi helium di AS, Kanada, dan Afrika dalam beberapa tahun mendatang. Mereka menggambarkan rencana tersebut sebagai hal yang lebih spekulatif pada saat ini. (Barron's/I-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya