FAO Peringatkan Gangguan Selat Hormuz Picu Krisis Pangan Global

Media Indonesia
14/4/2026 13:51
FAO Peringatkan Gangguan Selat Hormuz Picu Krisis Pangan Global
Ilustrasi.(Al Jazeera)

ORGANISASI Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) mengeluarkan peringatan serius terkait gangguan pelayaran di Selat Hormuz. Gangguan pada jalur maritim vital tersebut dinilai berisiko memicu krisis pangan global akibat terhambatnya distribusi pasokan pupuk dan energi yang memicu lonjakan harga pangan.

Dalam pernyataan resmi pada Senin (13/4), FAO menekankan bahwa kapal-kapal yang mengangkut pupuk dan energi harus segera kembali melintas secara normal. Kelancaran arus logistik di jalur tersebut sangat krusial agar gangguan pasokan tidak berlangsung lebih lama dan berdampak sistemik pada rantai pangan dunia.

Negara Miskin paling Rentan

Kepala Ekonom FAO, Maximo Torero, menyatakan bahwa faktor waktu sangat menentukan dalam situasi ini. Ia menyoroti bahwa negara-negara miskin menjadi pihak yang paling rentan terdampak karena ketergantungan yang tinggi pada pasokan impor untuk mendukung musim tanam mereka.

"Waktu sangat penting. Jika pasokan terhambat, hasil panen bisa menurun dan harga pangan berpotensi melonjak tajam tahun depan. Kondisi ini dapat memaksa pemerintah di berbagai negara mengambil langkah darurat untuk menekan harga di dalam negeri," ujar Torero.

Meskipun indeks harga pangan global pada Maret terpantau relatif stabil berkat kecukupan stok gandum dan serealia, FAO memprediksi tekanan harga akan mulai meningkat signifikan pada periode April hingga Mei mendatang.

Risiko Jalur Logistik Vital

Data FAO mencatat bahwa sekitar 20% hingga 45% pasokan bahan penting untuk sektor pertanian global melewati Selat Hormuz. Dengan volume sebesar itu, gangguan kecil sekalipun di wilayah tersebut dapat memberikan dampak besar terhadap fluktuasi harga komoditas dunia.

Kepala Divisi Ekonomi FAO, David Laborde, menambahkan bahwa dunia saat ini sudah menghadapi tantangan pasokan bahan-bahan penting. Ia mengingatkan agar ketegangan logistik ini tidak dibiarkan berlarut-larut hingga berubah menjadi bencana kemanusiaan.

Rekomendasi FAO untuk Menjaga Ketahanan Pangan:
  • Negara-negara diminta untuk tidak membatasi ekspor energi dan pupuk.
  • Berhati-hati dalam penggunaan bahan bakar nabati (biofuel) agar tidak mengurangi alokasi pasokan pangan.
  • Pemanfaatan bantuan keuangan internasional, termasuk dari Dana Moneter Internasional (IMF), untuk membantu negara-negara yang membutuhkan pengadaan pupuk secara cepat.

Ancaman Faktor Cuaca

Selain faktor geopolitik dan logistik di Selat Hormuz, FAO juga memperingatkan bahwa risiko krisis pangan bisa semakin parah jika fenomena cuaca ekstrem, seperti El Nino, menguat. Kombinasi antara gangguan jalur pasokan dan kegagalan panen akibat faktor iklim dapat memperburuk kerentanan pangan global di masa depan. (Anadolu/Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya