Pertemuan Prabowo dan Putin di Moskow: Perkuat Kerja Sama Energi dan Investasi

M Ilham Ramadhan Avisena
14/4/2026 03:47
Pertemuan Prabowo dan Putin di Moskow: Perkuat Kerja Sama Energi dan Investasi
Presiden Prabowo Subianto (kiri) bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin, Senin (13/4).(MI/Muchlis Jr - Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

PRESIDEN Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan kenegaraan ke Moskow, Rusia, pada Senin (13/4). Setibanya di ibu kota Rusia tersebut, Presiden Prabowo langsung mengadakan pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin.

Pertemuan ini menjadi momentum krusial bagi kedua negara untuk mempererat kemitraan strategis di tengah dinamika geopolitik global yang kian kompleks. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa diskusi antara kedua pemimpin negara tersebut berlangsung sangat intensif selama lima jam.

“Pertemuan berlangsung dalam dua sesi, yakni dua jam pertemuan bilateral dan dilanjutkan dengan tiga jam pertemuan empat mata,” ujar Teddy dalam keterangan tertulisnya.

Fokus pada Ketahanan Energi dan Hilirisasi

Salah satu poin utama yang dihasilkan dalam pertemuan tersebut adalah kesepakatan kerja sama di sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Indonesia dan Rusia berkomitmen untuk menjalin kemitraan jangka panjang guna memastikan ketahanan energi nasional, khususnya di sektor minyak dan gas (migas) serta percepatan program hilirisasi industri.

Selain energi, kedua pemimpin juga sepakat untuk memperluas cakupan kerja sama ke sektor-sektor produktif lainnya yang berdampak langsung pada pembangunan nasional Indonesia, mulai dari pendidikan hingga investasi industri.

Poin Utama Kerja Sama Indonesia - Rusia

Sektor Fokus Kerja Sama
ESDM Ketahanan energi migas dan hilirisasi industri.
Pendidikan & Teknologi Keberlanjutan riset dan pengembangan teknologi.
Pertanian Penguatan ketahanan pangan dan sektor agrikultur.
Investasi Pembangunan infrastruktur industri di Indonesia.

Posisi Strategis Rusia bagi Indonesia

Teddy menekankan bahwa posisi Rusia sebagai pemegang hak veto di PBB dan salah satu pendiri BRICS menjadikan negara tersebut mitra yang sangat relevan bagi kepentingan nasional Indonesia. Rusia juga diakui sebagai kekuatan besar dunia yang memiliki cadangan sumber daya alam melimpah.

“Rusia merupakan salah satu kekuatan besar dunia yang mempunyai sumber daya alam terbesar di dunia, sehingga dapat menjadi mitra penting dalam mendorong pembangunan jangka panjang kita,” tambah Teddy.

Intensitas pertemuan antara Prabowo dan Putin dalam setahun terakhir menunjukkan kedekatan hubungan diplomatik yang semakin solid. Tercatat, keduanya telah bertemu sebanyak lima kali dalam berbagai kesempatan sepanjang tahun lalu, dengan pertemuan terakhir terjadi pada Desember di Moskow.

Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi perekonomian Indonesia, terutama dalam memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok energi global melalui dukungan teknologi dan investasi dari Rusia. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya