Iran Sindir AS: Nikmati Harga BBM Sekarang, Sebentar Lagi Bisa Melonjak

 Gana Buana
13/4/2026 13:39
Iran Sindir AS: Nikmati Harga BBM Sekarang, Sebentar Lagi Bisa Melonjak
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf.(Dok. Britanica)

KETUA Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf melontarkan peringatan tajam kepada Amerika Serikat di tengah memuncaknya tensi kedua negara. Ia menyindir bahwa warga AS sebaiknya menikmati harga BBM saat ini, karena situasi bisa segera memburuk.

Lewat unggahan di platform X pada Minggu (12/4), Qalibaf menyinggung potensi lonjakan harga BBM bakar jika tekanan terhadap Iran terus meningkat.

“Nikmati harga bensin saat ini. Dengan apa yang disebut ‘blokade’ itu, tak lama lagi Anda akan merindukan harga bensin US$4-5,” tulis Qalibaf.

Unggahan itu disertai tangkapan layar harga bensin di SPBU dekat Gedung Putih yang menunjukkan kisaran harga sekitar US$4,10 hingga US$5,80 per galon.

Pernyataan Qalibaf muncul tak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan harga minyak dan BBM berpotensi tetap tinggi hingga pemilihan paruh waktu November. Menurut Trump, kondisi itu dipicu perang AS-Israel dengan Iran yang masih berlangsung.

“Bisa jadi tetap sama, atau mungkin sedikit lebih tinggi; tetapi seharusnya kurang lebih sama,” kata Trump kepada Fox News, Minggu (12/4).

Komentar Qalibaf juga muncul sebelum Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan rencana memblokade seluruh lalu lintas maritim keluar-masuk pelabuhan Iran mulai Senin. Langkah itu menandai eskalasi baru dalam konflik yang sudah mengguncang kawasan dalam beberapa pekan terakhir.

Di saat bersamaan, jalur diplomatik juga belum menunjukkan hasil. Putaran terbaru pembicaraan Iran dan AS di Islamabad, Pakistan, pada Sabtu (11/4), berakhir tanpa kesepakatan. Negosiasi yang dimediasi Pakistan itu kandas setelah sejumlah putaran diskusi dan pertukaran proposal gagal menghasilkan titik temu.

Kedua pihak meninggalkan Islamabad, Pakistandengan sejumlah perbedaan mendasar yang masih menganga. Meski begitu, baik Iran maupun AS sama-sama memberi sinyal bahwa ruang diplomasi belum sepenuhnya tertutup.

Perundingan di Islamabad merupakan bagian dari upaya yang lebih luas dalam masa gencatan senjata rapuh selama dua pekan, untuk menghentikan perang AS-Israel terhadap Iran yang berlangsung sejak 28 Februari lalu. (Anadolu/Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya