Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Presiden Iran Mohammad Reza Aref menegaskan bahwa Teheran akan tetap teguh dalam mempertahankan hak-haknya "dari Selat Hormuz hingga menuntut kompensasi," setelah perundingan dengan Amerika Serikat (AS) di Islamabad, Pakistan, pada Sabtu (11/4).
Aref mengungkapkan pentingnya persatuan nasional dan menganggapnya sebagai landasan untuk memajukan kepentingan negara. "Dari kekuatan di Selat Hormuz hingga menuntut kompensasi, kami tetap teguh pada hak-hak rakyat. Ini adalah komitmen kami untuk Iran yang kuat," ujarnya.
Iran tetap berkomitmen melindungi hak-haknya, sekaligus terus berupaya melalui jalur diplomatik dan nasional. Delegasi Iran dan AS mengakhiri perundingan terbaru di Islamabad tanpa mencapai kesepakatan.
Negosiasi yang dimediasi oleh Pakistan berlangsung melalui beberapa putaran diskusi dan pertukaran usulan, namun belum ada terobosan berarti. Kedua pihak meninggalkan Islamabad dengan sejumlah perbedaan utama yang belum terselesaikan, menandakan bahwa upaya diplomatik lanjutan masih dibutuhkan.
Perundingan ini bagian dari upaya lebih luas untuk mengakhiri penyerbuan AS-Israel terhadap Iran, yang dimulai pada 28 Februari lalu, dengan gencatan senjata dua pekan yang rapuh, yang dimediasi pada awal pekan ini. (Anadolu/Ant/Z-10)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Analisis mengungkap krisis Timur Tengah picu kerugian global US$1 triliun. Di sisi lain, perusahaan minyak raup laba besar di tengah kemiskinan dunia.
Emirat Arab resmi umumkan keluar dari OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei. Langkah strategis ini diambil di tengah krisis energi akibat konflik di Selat Hormuz.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved