Presiden Iran: Gencatan Senjata dengan AS Bisa Sia-Sia karena Serangan Israel ke Libanon

Media Indonesia
09/4/2026 22:24
Presiden Iran: Gencatan Senjata dengan AS Bisa Sia-Sia karena Serangan Israel ke Libanon
ondisi Libanon usai serangan brutal Israel.(Al Jazeera)

PRESIDEN Iran Masoud Pezeshkian melontarkan peringatan serius bahwa berlanjutnya agresi militer Israel ke Libanon dapat membuat negosiasi gencatan senjata antara pihaknya dengan Amerika Serikat (AS) menjadi "sia-sia".

Melalui media sosial X pada Kamis (9/4), Pezeshkian menegaskan bahwa Teheran tidak akan tinggal diam melihat situasi di Libanon terus memburuk.

"Berlanjutnya serangan akan membuat negosiasi sia-sia; jari kami tetap berada di pelatuk, dan Iran tidak akan meninggalkan saudaranya di Libanon," tegas Pezeshkian.

Senada dengan Presiden, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan bahwa Libanon dan "Poros Perlawanan" merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesepakatan gencatan senjata. Ia mengutip pernyataan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif untuk memperkuat posisi Iran.

"Libanon dan seluruh Poros Perlawanan, sebagai sekutu Iran, adalah bagian tak terpisahkan dari gencatan senjata," ujar Ghalibaf.

Ia memperingatkan bahwa pelanggaran terhadap kesepakatan yang tengah dibangun akan memicu konsekuensi serius. "Pelanggaran gencatan senjata bermakna ada harga yang harus dibayar dan akan ada balasan yang kuat," tambahnya, sembari mendesak agar konflik segera dihentikan sebelum meluas.

Eskalasi di Tengah Upaya Damai

Ketegangan ini memuncak setelah pasukan Israel meningkatkan intensitas serangan ke Libanon sejak Rabu (8/4). Padahal, saat ini tengah berjalan masa gencatan senjata selama dua pekan antara AS dan Iran yang dimediasi oleh Pakistan.

Gencatan senjata tersebut awalnya dipandang sebagai pembuka jalan menuju kesepakatan akhir untuk mengakhiri perang yang melibatkan Washington, Tel Aviv, dan Teheran sejak akhir Februari lalu.

Namun, muncul perbedaan interpretasi yang tajam:

  • Islamabad & Teheran: Memandang gencatan senjata mencakup wilayah Libanon.
  • Washington & Tel Aviv: Menepis klaim tersebut dan memisahkan konflik Libanon dari negosiasi utama.

Krisis Kemanusiaan di Libanon

Dampak dari serangan udara Israel pada Rabu dilaporkan sangat mematikan. Otoritas Pertahanan Sipil Libanon mencatat sedikitnya 254 orang tewas dan 1.165 lainnya terluka dalam satu hari serangan.

Di tengah situasi yang genting, delegasi AS dan Iran dijadwalkan akan bertemu untuk perundingan "langsung" di Islamabad pada Sabtu (11/4). Pertemuan ini bertujuan untuk mencapai gencatan senjata permanen guna mengakhiri eskalasi di kawasan tersebut. (Ant/Anadolu/P-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya