Gencatan Senjata Sementara AS-Iran Disambut Turki, Negosiasi Pakistan Dinanti

Ferdian Ananda Majni
08/4/2026 16:00
Gencatan Senjata Sementara AS-Iran Disambut Turki, Negosiasi Pakistan Dinanti
Sebuah kapal komersial berlabuh di lepas pantai Uni Emirat Arab akibat gangguan pelayaran di Selat Hormuz, Senin (2/3/2026).(Anadolu)

TURKI pada Rabu (8/4) menyatakan dukungannya terhadap gencatan senjata sementara yang disepakati antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, di tengah meningkatnya ketegangan kawasan dalam beberapa waktu terakhir.

Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Turki menegaskan pentingnya implementasi penuh kesepakatan tersebut di lapangan. 

"Kami menekankan bahwa gencatan senjata sementara harus sepenuhnya diterapkan di lapangan dan berharap semua pihak akan mematuhi kesepakatan yang telah dicapai," demikian bunyi pernyataan itu dilansir Anadolu, Rabu (8/4).

Pemerintah Turki juga menilai bahwa perdamaian jangka panjang hanya dapat dicapai melalui pendekatan diplomatik. 

"Jalan menuju perdamaian abadi hanya dapat dicapai melalui dialog, diplomasi, dan saling percaya," lanjut pernyataan tersebut. Ankara menambahkan komitmennya untuk terus mendukung proses negosiasi yang direncanakan berlangsung di Islamabad, Pakistan.

Selain itu, Turki turut mengapresiasi peran Pakistan dalam mendorong proses deeskalasi. Ankara menyampaikan harapan agar berbagai inisiatif yang mendukung terciptanya perdamaian dapat terus berlanjut.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa mengumumkan keputusan untuk menghentikan sementara aksi militer terhadap Iran. Ia menyatakan telah sepakat untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu.

Ketegangan di kawasan meningkat sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan menggunakan pesawat nirawak dan rudal yang menargetkan Israel serta sejumlah negara di kawasan, termasuk Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat. 

Selain itu, Teheran juga memberlakukan pembatasan terhadap lalu lintas kapal di Selat Hormuz, jalur strategis bagi perdagangan energi global. (Fer/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya