Teheran Tegaskan Peradaban Iran tidak Tergoyahkan oleh Ancaman Donald Trump

Media Indonesia
08/4/2026 11:09
Teheran Tegaskan Peradaban Iran tidak Tergoyahkan oleh Ancaman Donald Trump
Serangan AS-Israel ke Iran.(Al Jazeera)

PEMERINTAH Iran menegaskan bahwa tidak ada ancaman eksternal yang mampu merusak peradaban bangsa tersebut yang telah berakar kuat selama ribuan tahun. Pernyataan ini muncul sebagai respons langsung terhadap retorika keras Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di tengah eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, menyampaikan penegasan tersebut menanggapi ancaman Trump yang menyatakan Washington siap menghancurkan seluruh peradaban Iran jika tuntutan AS tidak dipenuhi.

"Suatu bangsa yang memiliki keyakinan penuh akan kebenaran jalannya akan mengerahkan seluruh kapasitas dan kemampuannya untuk melindungi hak dan kepentingannya yang sah,” tulis Mohajerani melalui platform X pada Selasa (7/4).

Prioritas Keamanan Nasional

Mohajerani menekankan bahwa keamanan nasional tetap menjadi prioritas utama pemerintah Teheran. Ia menyatakan bahwa Iran akan mengelola situasi krisis ini dengan penuh kehati-hatian namun tetap tegas dalam mempertahankan kedaulatannya.

Sebelumnya, Donald Trump mengeluarkan ultimatum keras untuk mengebom infrastruktur vital Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan di seluruh negeri. Ancaman tersebut akan direalisasikan jika Teheran gagal membuka kembali Selat Hormuz dan mencapai kesepakatan diplomatik pada batas waktu Selasa pukul 20.00 EDT atau Rabu (8/4) pukul 07.00 WIB.

Konteks Eskalasi Kawasan:
  • 28 Februari 2026: Awal serangan gabungan Israel dan AS terhadap Iran.
  • Respons Iran: Serangan balasan menggunakan pesawat nirawak (drone) dan rudal ke Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.
  • Dampak Global: Penutupan Selat Hormuz mengganggu pasar energi global, logistik, dan penerbangan internasional.

Dampak Serangan Balasan

Konfrontasi militer yang berlangsung sejak akhir Februari telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang signifikan di kedua belah pihak. Serangan balasan Iran ke sejumlah titik strategis di Timur Tengah dilaporkan telah mengganggu stabilitas pasar global secara luas.

Meskipun berada di bawah tekanan militer dan ekonomi yang hebat, Teheran melalui pernyataan Mohajerani menunjukkan sikap tidak akan mundur. Ketegangan ini kini memasuki fase krusial seiring berakhirnya tenggat waktu yang ditetapkan oleh Washington, sementara komunitas internasional terus memantau potensi dampak lebih luas terhadap keamanan dunia. (Anadolu/Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya