Profil dan Sejarah SEAL Team Six, Tim Elite Operasi Rahasia Penyelamat Pilot AS di Iran

Media Indonesia
07/4/2026 20:25
Profil dan Sejarah SEAL Team Six, Tim Elite Operasi Rahasia Penyelamat Pilot AS di Iran
Pasukan AL Amerika Serikat(Dok.US Navy)

PADA Jumat (3/4) sebuah pesawat tempur F-15 Strike Eagle ditembak jatuh Iran. Awak pesawat tersebut segera melontarkan diri. Pilotnya berhasil diselamatkan oleh pasukan militer Amerika Serikat (AS). Misi penyelamatan tersebut dilakukan oleh pasukan komando AS Navy SEAL, khususnya Navy SEAL Team Six.

Kejadian tersebut memicu kekhawatiran di Gedung Putih dan Pentagon. Petugas senjata itu bersembunyi saat Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) dan warga setempat mulai memburunya.

Amerika Serikat menanggapi hal tersebut dengan mengerahkan pasukan elit yang dikenal sebagai SEAL Team 6 ke Iran untuk misi pencarian dan penyelamatan. Unit elite ini merupakan unit yang sama yang menewaskan pemimpin Al-Qaeda, Osama bin Laden, di Abbottabad, Pakistan, pada Mei 2011.

Sejarah Seal Team Six

SEAL Team Six secara resmi dikenal sebagai Naval Special Warfare Development Group (DEVGRU). Unit ini terdiri dari pasukan Navy SEAL (Sea, Air, and Land Forces). Di bawah naungan Joint Special Operations Command (JSOC), SEAL Team Six menjalankan misi rahasia yang paling berbahaya dan kompleks, termasuk operasi kontra-terorisme dan penyelamatan sandera.

Unit ini didirikan pada tahun 1980 setelah kegagalan Operasi Eagle Claw di Iran. Tujuannya adalah untuk membentuk unit khusus penanggulangan terorisme dan penyelamatan sandera yang dapat dikerahkan dengan sangat cepat serta beroperasi di bawah kondisi operasional yang sangat berat.

SEAL Team Six berakar dari beberapa kelompok Angkatan Laut sebelumnya yang bertugas pada Perang Dunia II. Kelompok-kelompok tersebut kemudian dilanjutkan oleh unit-unit pembongkaran tempur Angkatan Laut dan tim pembongkaran bawah air yang dikenal sebagai ‘frogmen’. Pada tahun 1962, SEAL Team 1 dan 2 dibentuk.

SEAL Team Six secara resmi dibentuk di bawah Komandan Angkatan Laut AS Richard Marcinko pada November 1980. Saat itu, Angkatan Laut AS hanya memiliki dua tim SEAL. Namun, Marcinko memilih sebutan SEAL Team Six untuk membingungkan Soviet mengenai jumlah pasti tim-tim tersebut.

Ironisnya, tim ini didirikan setelah sebuah operasi di Iran gagal pada tahun yang sama. Operasi untuk menyelamatkan 52 diplomat yang disandera oleh Iran disetujui oleh Presiden AS saat itu, Jimmy Carter. Namun, setelah sebuah helikopter bertabrakan dengan pesawat angkut C-130, delapan anggota Navy SEAL tewas, dan Iran memutuskan hubungan negosiasi dengan Amerika Serikat.

Anggota SEAL Team Six direkrut dari sekitar 8.000 hingga 9.000 personel yang tergabung dalam US Navy SEALs. Dari jumlah tersebut, sekitar 2.500 orang sedang bertugas aktif, menurut Armyrecognition.com. Usia rata-rata anggota SEAL Team 6 sekitar 30 tahun. SEAL Team 6 sering bekerja sama dengan lembaga pemerintah lain seperti CIA atau unit elite seperti Delta Force.

Pasukan ini terdiri dari empat skuadron penyerang (Biru, Merah, Emas, Perak), satu skuadron pengumpulan intelijen (Hitam), dan satu skuadron mobilitas/dukungan (Abu-abu). Selain itu, terdapat juga Skuadron Hijau yang berfokus pada pelatihan. Untuk menjadi anggota tim penyerang, seseorang harus lulus pelatihan Basic Underwater Demolition/SEAL (BUD/S) dan lolos seleksi Tim Hijau (tim pelatihan). (H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya