AS Serang Iran, Korban Sipil Terus Bertambah termasuk Anak-anak

Ferdian Ananda Majni
07/4/2026 19:09
AS Serang Iran, Korban Sipil Terus Bertambah termasuk Anak-anak
Asap membubung dari kawasan Bandara Internasional Kuwait setelah dilaporkan terjadi serangan drone yang menghantam sebuah depot bahan bakar pada 25 Maret 2026. Negara-negara Teluk mendesak Iran untuk segera menghentikan serangannya di wilayah mereka dan m(AFP)

KORBAN sipil terus bertambah seiring eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang belum mereda, dengan serangan dan balasan yang silih berganti menghantam wilayah permukiman. 

Dalam beberapa pekan terakhir, ratusan hingga ribuan warga dilaporkan tewas dan luka-luka, sementara gelombang serangan terbaru kembali menambah daftar panjang korban di tengah meningkatnya ketegangan regional dan ancaman eskalasi yang lebih luas.

Dilaporkan pada Selasa (7/4) sedikitnya 18 orang dilaporkan tewas, termasuk dua anak-anak, dan 24 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menyasar kawasan permukiman di wilayah utara Iran.

Menurut laporan Fars News Agency yang mengutip wakil gubernur Provinsi Alborz, serangan tersebut menghantam rumah warga serta fasilitas perlindungan pada pagi hari.

Pejabat tersebut menyatakan bahwa 18 korban jiwa telah terkonfirmasi, termasuk dua anak, sementara 24 orang lainnya mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke pusat medis untuk mendapatkan perawatan.

Konflik di kawasan terus mengalami eskalasi sejak serangan awal yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.  Serangan tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei. 

Hingga kini, otoritas Iran belum merilis pembaruan terbaru terkait jumlah korban dalam beberapa hari terakhir. Sebagai respons, Teheran melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menargetkan sejumlah wilayah, termasuk Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara di kawasan Teluk yang menjadi lokasi penempatan aset militer Amerika Serikat.

Serangan balasan tersebut dilaporkan menimbulkan korban jiwa, merusak infrastruktur, serta berdampak pada gangguan pasar global dan aktivitas penerbangan internasional. (Anadolu/H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya