Iran Tipu AS dengan Senjata Palsu, Trump Ultimatum Hormuz

Ferdian Ananda Majni
07/4/2026 16:39
Iran Tipu AS dengan Senjata Palsu, Trump Ultimatum Hormuz
Ilustrasi kapal militer AS(AFP)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mengancam Teheran, Iran. Laporan terbaru dari badan intelijen Amerika Serikat mengungkap bahwa Iran diduga menggunakan strategi penyesatan dengan memanfaatkan senjata palsu selama konflik berlangsung. Senjata tiruan tersebut disebut sengaja ditempatkan untuk menjadi target serangan Amerika Serikat dan Israel.

Sejumlah pejabat yang mengetahui laporan tersebut menyatakan bahwa hingga saat ini, pihak AS belum dapat memastikan jumlah peluncur rudal asli milik Iran yang berhasil dihancurkan selama perang.

Di sisi lain, pemerintah Iran menanggapi ultimatum terbaru dari Presiden Trump yang mengancam akan kembali melancarkan serangan besar-besaran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei menegaskan bahwa posisi militer Iran sudah jelas terkait respons terhadap setiap serangan.

"Reaksi Iran akan melakukan pembalasan terkait serangan apapun. Angkatan Bersenjata kami sudah sangat jelas bahwa serangan terhadap infrastruktur kritis, kita akan membalasnya," katanya dikutip CNN, Selasa (7/4).

Sementara itu, Trump kembali menekan Iran untuk membuka Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak global, di tengah konflik yang masih berlangsung.

Ia mengancam akan menargetkan fasilitas publik di Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan, jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi. Pernyataan itu disampaikan melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, pada Minggu (5/4).

"Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik dan Hari Jembatan, semuanya digabung menjadi satu di Iran. Tidak akan ada yang seperti itu! Buka Selat sialan itu, brengsek, atau kalian akan hidup dalam neraka. Lihat saja Alhamdulillah," tulis Trump.

Pernyataan tersebut semakin mempertegas eskalasi retorika antara kedua negara, di tengah ketidakpastian arah konflik yang terus berkembang. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya