Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mengancam Teheran, Iran. Laporan terbaru dari badan intelijen Amerika Serikat mengungkap bahwa Iran diduga menggunakan strategi penyesatan dengan memanfaatkan senjata palsu selama konflik berlangsung. Senjata tiruan tersebut disebut sengaja ditempatkan untuk menjadi target serangan Amerika Serikat dan Israel.
Sejumlah pejabat yang mengetahui laporan tersebut menyatakan bahwa hingga saat ini, pihak AS belum dapat memastikan jumlah peluncur rudal asli milik Iran yang berhasil dihancurkan selama perang.
Di sisi lain, pemerintah Iran menanggapi ultimatum terbaru dari Presiden Trump yang mengancam akan kembali melancarkan serangan besar-besaran.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei menegaskan bahwa posisi militer Iran sudah jelas terkait respons terhadap setiap serangan.
"Reaksi Iran akan melakukan pembalasan terkait serangan apapun. Angkatan Bersenjata kami sudah sangat jelas bahwa serangan terhadap infrastruktur kritis, kita akan membalasnya," katanya dikutip CNN, Selasa (7/4).
Sementara itu, Trump kembali menekan Iran untuk membuka Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak global, di tengah konflik yang masih berlangsung.
Ia mengancam akan menargetkan fasilitas publik di Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan, jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi. Pernyataan itu disampaikan melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, pada Minggu (5/4).
"Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik dan Hari Jembatan, semuanya digabung menjadi satu di Iran. Tidak akan ada yang seperti itu! Buka Selat sialan itu, brengsek, atau kalian akan hidup dalam neraka. Lihat saja Alhamdulillah," tulis Trump.
Pernyataan tersebut semakin mempertegas eskalasi retorika antara kedua negara, di tengah ketidakpastian arah konflik yang terus berkembang. (H-4)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mengatakan seluruh peradaban akan musnah malam ini itu ancaman terhadap Iran menjelang batas waktu desakan dibukanya kembali Selat Hormuz.
MENJELANG batas waktu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Teheran menyerukan kaum muda Iran membentuk rantai manusia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved