Donald Trump Ancam Hancurkan Iran dalam Waktu 4 Jam, Teheran tak Gentar 

Dhika Kusuma Winata
07/4/2026 16:34
Donald Trump Ancam Hancurkan Iran dalam Waktu 4 Jam, Teheran tak Gentar 
Presiden AS Donald Trump(instagram/@realdonaldtrump)

IRAN menunjukkan sikap keras menjelang tenggat ultimatum Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait pembukaan Selat Hormuz. Hingga batas waktu mendekat, Teheran tidak memperlihatkan tanda akan mundur meski dihadapkan pada ancaman penghancuran infrastruktur sipil.

Militer Iran menolak keras pernyataan Trump yang dinilai provokatif. Mereka bahkan menyebut Trump delusional dan menegaskan operasi terhadap pasukan AS dan Israel akan terus berlanjut.

“Retorika arogan dan ancaman tanpa dasar tidak akan menghentikan operasi kami,” demikian pernyataan komando pusat Iran, Khatam Al-Anbiya.

Sebelumnya, Trump mengancam akan melancarkan serangan besar jika Iran tidak membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz hingga batas waktu Selasa (7/4) malam pukul 20.00 waktu Washington DC atau Rabu (8/4) pagi WIB.

Trump menyebut rencana tersebut sebagai penghancuran total terhadap infrastruktur vital Iran.

“Kami punya rencana di mana setiap jembatan di Iran akan dihancurkan sebelum tengah malam, dan semua pembangkit listrik akan berhenti beroperasi terbakar, meledak, dan tidak akan digunakan lagi,” ujar Trump.

"Saya maksud penghancuran total dalam empat jam jika kami menginginkannya," imbuh Trump.

Di tengah ketegangan itu, pertempuran terus meluas di kawasan. Militer Israel melaporkan gelombang baru serangan udara yang menyasar infrastruktur Iran di Teheran dan sekitarnya. Media Iran juga melaporkan ledakan terdengar di ibu kota dan wilayah Karaj.

Sebagai balasan, Iran disebut meluncurkan rudal ke arah Israel. Di kawasan Teluk, Bahrain mengaktifkan sirene serangan udara sedangkan Uni Emirat Arab dan Arab Saudi melaporkan upaya intersepsi terhadap rudal dan drone yang masuk ke wilayah mereka.

Sementara itu, upaya diplomasi belum membuahkan hasil. Proposal gencatan senjata selama 45 hari yang dimediasi sejumlah negara dinilai gagal.

Media Iran menyebut Teheran menolak gencatan senjata dan menuntut penyelesaian konflik secara permanen. Teheran juga menginginkan jaminan tidak akan diserang kembali serta penghentian serangan Israel terhadap Hizbullah di Libanon selatan.

Di sisi lain, muncul wacana pembukaan kembali Selat Hormuz dengan skema baru, termasuk pengenaan biaya transit kapal. Namun, hingga kini belum ada kesepakatan yang dapat meredakan ketegangan. (AFP/H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya